Senin, 20 Mei 2013

Siswa SD Memperkosa Gadis SMP di Banyuwangi


Siswa SD Memperkosa Gadis SMP di Banyuwangi. Kenakalan remaja semakin menunjukkan usia yang semakin muda. Kejadian pemerkosaan yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur kembali terjadi.

Seorang siswi kelas VIII SMP di Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, digilir lima remaja. Ironisnya, dua dari lima pelaku masih duduk di bangku SD.

Dua siswa SD, yakni PK (12) dan ID (12), pelaku lainnya adalah dua pelajar SMA, AA(15) dan TM (15), serta seorang pelajar SMP, GN (14). Semuanya warga Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Mereka ditangkap petugas Polsek Genteng, Banyuwangi, setelah dilaporkan oleh orangtua korban.

Olah kejadian perkara menyebutkan kejadian asusila tersebut menimpa Ra (14) saat korban bertemu AA sepulang sekolah pada Jumat kemarin. AA mengajak Ra pergi ke rumah kosnya. Karena sudah saling kenal, korban pun ikut tanpa curiga.

Di kos tersebut ternyata sudah ada empat rekan AA dan beberapa botol minuman keras. Ra pun dipaksa menenggak minuman keras hingga tidak sadarkan diri. Saat itulah para pelaku leluasa memerkosa remaja berusia 15 tahun itu. Kasus ini terbongkar setelah orangtua korban, Sp (48), mendapati anaknya dalam kondisi mabuk. Setelah sadar, Ra pun menceritakan apa yang dialaminya.

Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Abdul Jabar, mengatakan, para pelaku dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Kasus ini menjadi perhatian banyak pihak, sebab korban dan juga para pelaku masih sangat belia. Banyak orang tua yang semakin miris dengan perilaku anak-anaknya. Kejadian ini juga mengundang keprihatinan dari pihak kepolisian, jajaran kemanan di Banyuwangi akan terus berupaya menekan tindak kriminal yang dilakukan oleh anak-anak, sebab masa depan mereka masih sangat panjang.

Creativepreneurship Surabaya, Menguras Ilmu Bisnis Para Pakar

Creativepreneurship Surabaya, Menguras Ilmu Bisnis dari Pakar. Masyarakat luas dan publik bisnis Surabaya bisa menyerap ilmu dan menggali kreativitas dari sejumlah pengusaha handal serta pelaku bisnis industri kreatif.

Momen itu tersaji lewat seminar Creativepreneurship Surabaya yang akan digelar pada 24 Mei 2013 di Grand City, Surabaya, dengan menghadirkan founder Kemchick Bob Sadino, founder Java Musikindo Adri Subono, dan founder MindTalk.com Danny Oei.

Creativepreneurship Surabaya tersebut merupakan rangkaian dari pelaksanaan Bank & UMKM Expo 2013 yang digelar mulai 22-26 Mei 2013. Meutia Anggarainy dari Selaras Dwi Artistik selaku pelaksana expo tersebut mengatakan, Bank & UMKM Expo juga menyajikan beragam acara penunjang berkualitas yang sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha, mahasiswa/pelajar, dan kalangan umum yang ingin menumbuhkan spirit kreatif dalam berwirausaha.

“Para pengunjung bisa mengikuti seminar/talkshow gratis dengan tema Mindset Entrepreneur Kreatif; Taklukkan Dunia Usaha; Kiat-Kiat Menembus Pasar Asean; Muda Jadi Bos, Pasti Bisa; Siapa Bilang Memperoleh Kredit Bank Susah; Inovasi Tanpa Batas; Coaching Clinic Photography oleh Darwis Triadi; How To Start a Business,” ujar Meutia.

Creativepreneurship Surabaya juga ada seminar berbayar dengan tema Creativepreneurship dan Financial Planning. Seminar financial planning dengan tema “Cara Cerdas Berinvestasi: Pengusaha maupun Karyawan Juga Bisa Berinvestasi” digelar 26 Mei 2013 dengan menghadirkan founder kebunemas.com Rully Kustandar dan perencana keuangan dari QM Financial Mohammad B. Teguh.

Creativepreneurship Surabaya semakin meriah karena diselenggarakan beragam lomba, di antaranya adalah Creativepreneurship Competition, Multifunction Product Competition, Racing Smart Sekolah dan Perbankan/BUMN, Indonesia Creative Photo Competition, Instagram Contest, Story Telling Competition dan Fashion Show oleh Billy Wong “Senandung Rindu Tanah Madura”.

Puluhan ABG Mesum Telanjang Digaruk Satpol PP

Puluhan ABG Mesum Telanjang Digaruk Satpol PP . Ratusan hotel yang bertebaran di kota Surabaya, digunakan untuk berbuat mesum. Buktinya, saat dilakukan razia, Minggu (19/5) dinihari, sebanyak 137 pasangan di luar nikah kepergok mesum di hotel.

Ironisnya, terdapat puluhan pasangan remaja atau Anak Baru Gede (ABG) yang diketahui usai melakukan hubungan badan, layaknya suami istri. Petugas juga menemukan pasangan yang tidak membawa KTP dan pasangan yang statusnya tidak sesuai (bukan suami-istri).

Saat merazia di Hotel Hasma Jaya I, Jalan Pasar Kembang, misalnya. Petugas menemukan remaja yang sedang check in. Bahkan, memergoki pasangan ini masih dalam keadaan telanjang. “Mbak-Mas bangun, kami petugas Satpol PP mau razia KTP,” ujar petugas ke penghuni kamar yang terlihat telanjang.

Pasangan ABG Mesum ini langsung panik dan kaget. Sambil membawa baju sekenanya, pasangan ini lari menuju kamar mandi. Setelah keduanya mengenakan baju, petugas mengecek KTP pasangan ini. Gadis cantik itu bermama Yuni asal Nganjuk. Tetapi, karena identitas pasangan laki-lakinya berbeda, pasangan ini pun diangkut oleh petugas.

Sayangnya, razia ABG Mesum yang dilakukan Satpol PP ini hanya satu lokasi hotel saja, sehingga terkesan tebang pilih. Padahal, hotel di kawasan ini juga biasa digunakan check in oleh pasangan mesum. Seperti Hotel LA dan Pasar Kembang.

Namun, hal itu dibantah Iskandar Zakaria, Komandan Kompi Satpol PP. Menurutnya, razia juga akan dilakukan di semua tempat penginapan atau hotel yang disinyalir digunakan ajang mesum. “Nanti hotel-hotel lainnya juga akan kita razia dengan cara bertahap,” cetus Zakaria usai melakukan razia.

Sedangkan pasangan terjaring razia ini, oleh petugas Satpol PP langsung didata satu persatu. Jika mereka bisa menunjukan bukti buku nikah, maka tidak akan diproses lebih lanjut. Sedang untuk pasangan yang tidak bisa menunjukan bukti, akan ditindaklanjuti sesuai Perda 5 tahun 2011 adminitrasi kependudukan yustisi. “Ada 3 pasangan resmi, sedangkan lainnya pasangan bukan suami-Istri,” terangnya.

Ini bukan pertama kalinya razia hotel dan mengamankan sejumlah pasangan mesum. Maraknya, praktik mesum di hotel short time, lantaran tak ada filter dari pengelola. Sedang kontrol dari Pemkot Surabaya juga kurang.

“Selain tempatnya (hotel, red) murah, kontrolnya juga tidak ketat, sehingga terkesan menyedia tempat bagi para anak-anak muda untuk berbuat hal-hal yang melanggar norma-norma agama (mesum, red),” kata Reni Astuti, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Surabaya.

Kurang lebih ada 60 – 70 persen hotel di Surabaya ini menyediakan fasilitas sewa kamar dengan tarif setengah harga dan lama bermalam antara 6 – 8 jam. Dari beberapa kawasan yang sering menjadi langganan pengunjung adalah Hotel Pasar Besar, hotel di dalam kawasan Pantai Ria kenjeran(Ken Park), hotel Pit Stp, hotel Istana Permata di Jl. Dinoyo, Ngesong dan Ngagel. Tarif hotel short time di kawasan tersebut variatif antara Rp 30.000 s/d Rp 150.000. Tarif ini terbilang murah dibanding standar hotel yang menyediakan kamar sewa full time.

Suzuki Ertiga Matic Lampaui Target Penjualan



Suzuki Ertiga Matic Lampaui Target Penjualan. Peluncuran Suzuki Ertiga Matic oleh PT Indomobil secara nasional, kemarin (17/5) membawa berkah bagi dealer-dealer Suzuki di Jawa Timur. Sebelum acara peluncuran di Ciputra World dimulai, konsumen yang tahu akan diluncurkannya varian terbaru Suzuki ini, langsung memesan.

Tercatat sekitar 200 unit mobil yang baru saja meraih predikat best of the best MPV di Indonesia itu dipesan pembeli. Presdir PT United Motors Centre (UMC) Michael Mardanus, salah satu main dealer mobil Suzuki Jatim, mengatakan, tingginya animo konsumen terhadap Suzuki Ertiga, khususnya jenis matic karena sebuah kebutuhan bagi masyarakat perkotaan.

Apalagi sejak diluncurkan April tahun lalu, “Suzuki Ertiga peminatnya terus meningkat, baik secara nasional maupun regional Jatim. Akibatnya, banyak pangsa pasar merek kompetitor yang mulai tersedot dan mengalihkan pilihannya ke Ertiga,” tandas Michael.

Pangsa pasar Suzuki Ertiga saat ini menembus angka 23,4 persen di kelas low MPV atau meningkat 115 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah itu akan terus meningkat melihat tren pemesanan sebelum dan sesudah peluncuran cukup tinggi yang diperkirakan bisa menembus angka 600 unit, meskipun kuota Ertiga Jatim hanya sebanyak 400 unit per bulan.

Menurut Billyanto, Area Manager PT Buana Indomobil Trada Suzuki (BIT) yang juga main dealer Suzuki Jatim, meski Suzuki Ertiga transmisi matic tak memiliki banyak perubahan dari varian sebelumnya, namun Ertiga G/L transmisi otomatis yang dijual seharga Rp 176,5 juta ini, memiliki fasilitas tak kalah dengan mobil seharga Rp 300 juta.

Harga Elpiji 3 Kg di Gresik Tembus 18 Ribu

Harga Elpiji 3 Kg di Gresik Tembus 18 Ribu. Dampak kelangkaan elpiji isi 3 kg di Kabupaten Gresik beberapa hari belakangan ini mulai berakibat pada kenaikan harga di tingkat pengecer.

Jika sebelumnya harganya hanya Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per tabung, kini melonjak hingga Rp 18.000. Kenaikan harga ini tidak terjadi pada tingkat agen dan distributor. Antrian warga berburu elpiji 3 kg, kini menjadi pemandangan keseharian, dan terjadi di sejumlah agen atau distributor yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik.

Sejak pagi warga terus berdatangan dan rela mengantri di sejumlah agen dengan membawa kartu identitas penduduk (KTP) dan kartu kendali yang dikeluarkan pihak agen. Agen elpiji, PT Yemima Ika di Jalan Arif Rahman Hakim Gresik, misalnya, terpaksa melakukan pembatasan jumlah pembelian maksimal delapan tabung per orang.

Selain mewajibkan pembelinya mengantongi kartu kendali dan KTP, pihak agen juga memprioritaskan pembelian khusus untuk warga Gresik. Meski pihak agen telah menerapkan aturan ketat, tetapi cukup banyak warga yang harus pulang dengan tangan hampa karena tidak kebagian jatah elpiji.

Sejumlah warga mengatakan, kelangkaan elpiji menyebabkan harga di tingkat pengecer melonjak hingga mencapai Rp18 ribu per tabung. Sejak dua pekan kemarin, warga harus rela mengantri di sejumlah agen atau distributor, karena banyak pengecer di Gresik yang tutup karena kehabisan persediaan. “Sulit cari elpiji sejak dua pekan ini,” ujar Siswaji, salah satu warga yang ikut mengantri, di Gresik, Kamis (

Toyota Jatim Targetkan All New Vios Terjual 200 Unit

Toyota Jatim Targetkan All New Vios Terjual 200 Unit. Distributor utama mobil Toyota di area Jatim, Bali dan Nusa Tenggara, Auto 2000 Jatim Plus, menargetkan penjualan All New Vios sebanyak 170-200 unit selama 2013.

Bisnis Operational Manager Auto 2000 Jatim Plus, Joen Budiputera mengatakan, All New Vios yang baru diluncurkan diharapkan mampu sedikit mendongkrak pasar sedan di kelas entry level yang terus tergerus oleh MPV.

“Kami sangat optimis melihat Total major change yang terdapat di All New Vios ini. Kami berharap akan ada kenaikan kontribusi penjualan di segmen sedan entry level dari saat ini sekitar 2 persen menjadi paling tidak 3 persen,” katanya di sela peluncuran Toyota All New Vios untuk pasar Jatim di Hotel Shangri-la Surabaya, Kamis (16/5/2013).

Ia menambahkan, di wilayah Jatim daratan, pangsa pasar Toyota Vios di segmen sedan entry menunjukkan tren market shares di atas 40%. Pada 2012, Toyota Vios membukukan total penjualan sebanyak 156 unit dengan pangsa pasar 41,7% di kelasnya. Untuk wilayah Kota Surabaya sendiri, total penjualan Vios tahun lalu sebanyak 101 unit dengan pangsa pasar 35,8%.

Pada Vios generasi ketiga ini, Toyota merombak total tampilan eksterior terutama di bagian depan. Kombinasi trapezoidal grille dan desain baru headlamps memberikan tampilan khas dan unique. Untuk menunjang kedinamisannya, All New Vios dilengkapi dengan fitur baru, yakni aero stabilizing fins dan Catamaran shape roof. Fitur baru tersebut akan memberikan excellent aerodynamics performance.

Interior Toyota menegaskan konsep exclusive, luxurious, dan spacious dengan memberikan Interior yang lapang dan desain kursi yang memberikan kenyamanan pada saat berkendara maupun pada baris kedua.

Toyota juga melengkapi fitus infotainment system baru untuk Tipe G yang terdiri dari internet connectity termasuk diantaranya internet browser, wifi reciever, USB port, dan M-Toyota application yang berisi informasi mengenai dealer dan outlet resmi Toyota, service berkala, dan panduan singkat berkendaraan.

Di sisi dapur pacu, The All New Vios masih menggunakan mesin yang digunakan pada model terdahulu, 1-NZ FE ETCS-i 1.5 liter 16 valve DOHC engine dengan VVT-i technology yang memberikan akselerasi terbaik dan power yang optimal, tetapi diklaim tetap hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

The All New Vios terbaru saat ini mempunyai tiga pilihan warna baru, yakni Red Mica Metallic, Quartz Brown Metallic, dan Silky Beige Metallic. Pilihan warna baru ini melengkapi warna yang sudah ada sebelumnya. Silver Metallic, Dark Grey Metallic, dan Attitude Black Mica. (

Ekspor Udang Jatim Semakin Meningkat Pesat



Ekspor Udang Jatim Semakin Meningkat Pesat. Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Jatim mengungkapkan, ekspor Udang Jatim pada Triwulan I/2013 tumbuh sekitar 5 persen. Sedangkan untuk produksi tumbuh 15 persen. Ketua AP5I Jatim Johan Suryadarma mengatakan, pertumbuhan ekspor memang tidak besar karena permintaan pasar masih lesu.

Eropa, Jepang dan Amerika Serikat (AS) yang merupakan pasar utama ekspor udang Jatim masih dilanda krisis. Dampaknya pertumbuhan permintaan tidak banyak. Udang yang diminta juga yang ukuran kecil.

“Dalam kondisi seperti ini, petambak Jatim harus jeli mengetahui keinginan konsumen. Misalnya, tentang ukuran udang yang dikehendaki dan jenis apa yang disukai. Apalagi, kondisi pesaing utama kita (Thailand) saat ini sedang kena masalah,” kata Johan kepada Radar Surabaya, kemarin (15/5).

Menurut dia, virus EMS yang menyerang tambak udang di Thailand mengakibatkan turunnya produksi. Serangan virus itu mengakibatkan udang mati dini, yaitu sekitar umur 5-10 hari. “Saat ini, importir dari Eropa, Jepang, dan AS tidak lagi mendatangkan udang dari Thailand. Mereka kini mengalihkan ke Jatim namun sayangnya kita tidak bisa memenuhi permintaan 100 persen,” kata Johan.

Agar bisa memenuhi permintaan itu, lanjut dia, revitalisasi tambak harus lebih luas. Diperkirakan saat ini ada sekitar 1.770 hektar tambak udang yang tidak berfungsi. Dari jumlah itu baru sekitar 10 persen yang sudah direvitalisasi.

Pada 2012, pemerintah merevitalisasi tambak udang seluas 1.000 hektar yang tersebar di Jawa Barat dan Banten. Kemudian penambahan revitalisasi tambak seluas 20.000 hektar di beberapa provinsi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Lampung.

Untuk tahun 2013, Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP) menyediakan anggaran Rp 240 miliar untuk revitalisasi tambak. KKP tahun ini mendorong produksi udang sebagai andalan utama ekspor. Saat ini, komoditas andalan untuk ekspor perikanan adalah udang, tuna tongkol, cakalang (TTC), dan rumput laut.

Diperkirakan produksi udang di Indonesia 2013 diprediksi mencapai 600 ribu ton. Tumbuh sekitar 30 persen dari produksi tahun 2012 yang sebanyak 457 ribu ton. Peningkatan ini terjadi setelah dilakukan revitalisasi tambak yang selama ini tidur.

Hutan Mangrove Gresik Semakin Rusak Parah



Hutan mangrove Gresik Semakin Rusak Parah. Areal hutan bakau atau mangrove Gresik di sepanjang pesisir Pantai Utara Gresik terus menyusut. Setelah Kecamatan Kebomas, kali ini areal mangrove di Kecamatan Ujung Pangkah rusak. Kerusakan itu dipicu oleh perubahan fungsi lahan menjadi kawasan industri. Seperti yang terjadi di Desa Ngimboh Kecamatan Ujung Pangkah.

Kawasan pantai Ngimboh kini terlihat kering kerontang. Padahal, kawasan tersebut dulunya dipenuhi hutan mangrove Gresik yang berfungsi untuk melindungi kawasan pantai tersebut. Menurut (42), warga Desa Ngimboh mengatakan, kondisi seperti itu sudah terjadi sejak 6 bulan yang lalu. “Enam bulan itu maksudnya sudah sangat parah seperti ini, awalnya ya tentu saja sudah lebih dari satu tahun yang lalu,” jelasnya.

Disebutkan, hutan mangrove Gresik di kawasan itu menjadi rusak oleh akvititas sejumlah industri di sekitarnya. Perusahaan yang memiliki lahan di tepi pantai menguruk kawasan mangrove dengan tanah. Kendati demikian, Nasrullah tidak mengetahui jenis industri apa yang berdiri di tempat itu. “Kalau yang saya tahu itu pastinya di sini ada galangan kapal,” bebernya.

Diakui, warga sudah sangat resah dengan ada kerusakan hutan mangrove Gresik tersebut. Sebab, tanpa adanya hutan mangrove, air laut sewaktu-waktu bisa langsung naik ke daratan. “Kalau sudah naik ke daratan, pasti warga desa juga yang resah,”tuturnya. Nasrullah mengungkapkan, jika sebenarnya sudah melaporkan persoalan itu kepada aparat desa. Namun, hingga saat ini masih belum ada tindakan apapun terkait kasus tersebut. “Ya mungkin saja kepala desanya tidak berani,”kata Nasrullah. “Soalnya, yang saya dengar beberapa pemilik perusahaan yang melakukan pengrusakan hutan mangrove itu kan ada yang kerabatnya pejabat Pemkab Gresik,”imbuhnya.

Warga desa sebenarnya sudah memiliki peraturan terhadap siapa saja yang melakukan pengrusakan terhadap hutan mangrove di kawasan itu. “Jadi dulu itu, bagi setiap warga yang mencabut satu bibit mangrove yang masih kecil saja itu didenda Rp 100 ribu,” tukasnya. “Lha ini kok malah berani merusak sampai 2 hektar sepert ini, jadi hukumannya harus jauh lebih berat,”tandasnya.

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Gresik Tugas Husni Syarwanto berjanji, jika hari ini akan segera turun ke lapangan untuk meninjau mangrove Gresik yang rusak . “Jadi nanti akan kita lihat seberapa parah kerusakan hutan mangrovenya itu,”janji Tugas. Tugas juga mengatakan jika pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan terkait kelengkapan dokumen dari industri-industri tersebut. “Tentunya yang berkaitan dengan AMDAL ataupun UKL UPL-nya,” pungkasnya.

AKRA Akan Membangun Kawasan Industri 8 Triliun di Gresik

AKRA Akan Membangun Kawasan Industri 8 Triliun di Gresik. Jawa Timur terus diminati para pemilik modal. Kali ini, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menggaet PT Pelindo III (Persero) untuk mengembangkan pelabuhan yang dipadu dengan kawasan industri di Manyar, Gresik. Proyek bernama Java Integreted Industrial and Ports Estate (JIIPE) ini diperkirakan menelan investasi sekitar Rp 7 triliun hingga Rp 8 triliun dalam pengembangan 10 tahun mendatang.

“Proyek ini akan kita launching bulan depan. Tahap pertama akan dibangun dermaga jetty sepanjang 600 meter dan kawasan industri dengan luas 700 hektare,” ujar Presiden Direktur (Presdir) AKRA, Haryanto Adikoesumo seusai RUPS Tahunan perseroan di Jakarta, kemarin (14/5).

Dalam pengembangan JIIPE, AKRA masuk lewat anak usahanya, PT Usaha Era Pratama Nusantara (UEPN). Komposisi pemegang saham masingmasing 60 persen untuk AKRA dan 40 persen Pelindo III untuk pengembangan kawasan industri.

Sementara untuk pengembangan dermaga pelabuhan, AKRA memegang porsi 40 persen dan Pelindo III sebesar 60 persen. Untuk memenuhi kebutuhan investasi pengembangan kawasan industri dan pelabuhan, kata Haryanto, berbagai skema pembiayaan telah disiapkan perseroan. “Selain equity dari AKR Corporindo dan Pelindo III sebagai pemilik proyek, pengembangan juga memanfaatkan penerbitan dana obligasi, dan pinjaman bank serta pembayaran pembelian kawasan industri yang dibangun,” imbuh Haryanto.

Dia mengungkapkan bahwa pendanaan tidak menjadi persoalan bagi perseroan. “Akhir tahun lalu kita telah menerbitkan obligasi senilai Rp 1,5 triliun. Saat ini juga tengah dilakukan pembicaraan dengan perbankan untuk mendukung pembiayaan proyek. Tapi belum bisa diungkapkan,” elaknya.

Saat ini, katanya, pembangunan dermaga jetty sudah mulai dilakukan pararel dengan pengembangan kawasan industri. Dari total lahan seluas 900 hektare yang telah dibebaskan, sebesar 700 hektare untuk pengembangan kawasan industri. “Prospeknya sangat bagus untuk industri di sana,” katanya.

Pada bagian lain, dalam RUPS perseroan, pemegang saham AKRA menyetujui pembagian dividen sebesar tunai Rp 97,01 miliar atau senilai Rp 25 per saham. Sebelumnya, sekitar Desember 2012 lalu, manajemen juga telah membagikan dividen interim dengan total nilai Rp 154,06 miliar, setara dengan Rp 40 per lembar saham.

Candi di Lamongan Punya Mitos Turunkan Pangkat


Candi di Desa Patakan, Sambeng, Lamongan, rusak karena batu batanya banyak diambil warga.


Lamongan - Penemuan candi di Desa Patakan Kecamatan Sambeng, Lamongan, memiliki kisah tersendiri bagi warga desa. Sebutan candi tak bernama itu juga dikenal angker dan sering dijadikan tempat bertapa.


Selain dianggap angker, candi yang tidak pernah dikunjungi warga ini dikenal memiliki mitos. siapa saja yang naik ke bukit tersebut, maka bisa turun pangkat.


Kepala Dusun Patakan Desa Patakan, Siswanto mengaku, warga memiliki banyak mitos di candi tersebut. Salah satunya mitos yang berkembang siapa saja pejabat yang ke bukit candi tersebut pasti nantinya akan turun pangkat.


"Warga percaya itu sehingga tidak ada satupun pejabat yang mau ke areal bukit candi," kata Siswanto, kemarin

Dia menambahkan, dulunya lokasi candi seringkali dijadikan tempat bertapa. Namun lama-kelamaan candi tersebut tidak lagi dijadikan tempat bertapa. Sementara selama ini warga sekitar mencoba memanfaatkan area candi untuk bercocok tanam.


Seperti pohon jati dan lain-lain. Namun tiap kali pohon jati ditanam, warga merasa tanaman tersebut tidak pernah bisa tumbuh. Kini, warga hanya memanfaatkan lahan sekitar candi untuk ditanami jagung, namun hasilnya tidak bisa maksimal.


"Berulang kali kami mencoba menanam pohon jati, berulang kali pula pohon-pohon itu akhirnya mati," ungkapnya.


Batu-batu di sekitar candi sudah banyak yang diambil warga. Di dalam candi ada terowongan. Menurut warga terowongan itu jarang dimasuki orang dan tertutup dengan tanaman liar yang juga dihuni ular.


"Batu batu candi itu kini sudah banyak yang diambil warga untuk dipakai sebagai bahan membuat mushola," pungkasnya.

Pengurus PP 'Dikeroyok' 7 Pria Diduga Debt Collector

Tuban - Seorang pengurus Ormas Pemuda Pancasila (PP) Cabang Tuban, menjadi korban perampasan. Korban bernama Roni Mubarok (29) ini dihadang 7 pria bertubuh tegap, dan merampas mobil rental yang tengah dikendarainya.

Roni Mubarok, yang menjabat wakil sekretaris Humas Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Tuban tersebut, bahkan sempat diculik pelaku. Korban dimasukkan ke dalam mobil secara paksa dan sempat mengalami penganiayaan.

"Tiba-tiba saya dihentikan. Salah satu dari mereka langsung mematikan mesin mobil dan mencabut kontak mobil yang saya kendarai," cerita Roni, di Mapolres Tuban, akhir pekan kemarin.

Saat itu dirinya sedang mengendarai mobil rental nopol AG 604 PD melintasi Jalan Letda Sucipto, Tuban. Tiba-tiba sebuah mobil APV berpenumpang sekitar 7 pria menghadang laju kendaraanya.

Salah seorang pria menghampiri dan langsung mematikan mesin mobil korban dengan cara mencabut kunci kontak. Korban lalu dipaksa turun dari kendaraan.

Beberapa pria memegangi tangan korban dari belakang. Sedangkan seorang lain merampas ponsel miliknya. Akibatnya tangan korban berdarah ketika berebut ponsel dengan pelaku.

Diduga pelaku berjumlah 7 pria bertubuh tegap tersebut merupakan debt collector yang memiliki urusan utang piutang dengan pemilik mobil yang disewa korban. "Saya kemudian dipaksa masuk ke dalam mobil, kemudian akan dibawa ke Surabaya. Padahal saya tidak tahu apa-apa mengenai utang piutang mobil itu," tambahnya.

Karena terus melakukan perlawanan selama di dalam perjalanan, korban akhirnya dilepas. Korban diturunkan 10 kilometer dari lokasi semula, tepatnya di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban. Korban selanjutnya menghubungi rekan-rekannya minta dijemput.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Satreskrim Polres Tuban. Pihak Pemuda Pancasila Tuban sangat menyayangkan tindakan 7 pria tegap yang diduga penagih hutang tersebut. Pasalnya korban bukan pihak bersalah, melainkan hanya penyewa kendaraan.

Pemuda Pancasila Tuban mendesak Polres Tuban untuk memberangus tindakan debt collector yang kerap meresahkan masyarakat. "Kalau ini kejadian dengan masyarakat lain bagaimana, untuk itu kita minta Polres ada tindakan mengenai masalah ini," ujar Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Tuban, Mukaffi Makkia

Sehari 2 Warga Jombang Bunuh Diri

JOMBANG – Dalam sehari di Jombang, ditemukan dua orang tewas bunuh diri, Minggu (19/5) kemarin. Satu korban diduga minum racun, dan seorang wanita muda ditemukan tewas gantung diri.

Saji (70) warga Desa Mojowangi Kec. Mojowarno, Kab. Jombang, ditemukan warga sudah tak bernyawa dan dari mulutnya keluar busa. Diduga korban tewas akibat menenggak racun serangga.

Suyitno, saksi mata asal Desa Mojowangi, Mojowarno, mengatakan, dari mulut korban tercium bau menyengat mirip racun serangga. Tak jauh dari mayat korban polisi juga menemukan sebuah kaleng racun serangga tergeletak.

Untuk memastikan jenis racun yang ditenggak korban, polisi membawa jenazah korban ke kamar mayat RSUD Jombang untuk diotopsi. Setelah diotopsi, jenazah korban dimakamkan keluarganya ke pemakaman umum desa setempat.

Sementara warga Desa Ketenangan warga Desa Segodorejo Kec. Sumobito, juga dikejutkan oleh penemuan mayat pelajar bernama Novita Dian Prastuti (16), yang tewas gantung diri di kamarnya. Jenazah Gadis ABG ini ditemukan Hanafi adik korban, menggantung di kayu blandar kamar di rumahnyanya, Minggu (19/5).

Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo, dikonfirmasi mengatakan, polisi masih mengumpulkan keterangan dan olah TKP, serta menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab utama kematian korban

Minibus Terjang Warung dan Rumah

Pacitan - Sebuah minibus menabrak warung dan terperosok menimpa rumah warga di KM 5 jalur Solo-Pacitan, Senin (20/5) dini hari. Tidak ada korban jiwa lantaran bus hanya berisi sopir dan kenek. Namun kerugian akibat rusaknya warung dan rumah ditaksir puluhan juta rupiah.

Warung makan bertiang beton di pinggir jalan itu hancur tak tersisa. Sedangkan rumah di bawah bahu jalan sebagian besar temboknya ambrol terkena body bus. Kaca bagian depan kendaraan juga rontok. "Kemarin baru kulakan, jadi warungnya sedang penuh dagangan," ucap Misgiman, seorang warga di lokasi.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Warga yang sedang terlelap dikejutkan suara benturan dari arah TKP. Warga pun lantas berhamburan melihat ke lokasi kejadian. Saat itu, Minibus Persada nopol G 1420 AC diketahui sudah masuk ke rumah warga.

Beruntung, Misinem (30) pemilik rumah dan Marmi (40) kakaknya, malam itu sedang menginap di rumah kerabatnya. Bahkan mereka baru tahu warung dan rumahnya hancur setelah mendengar kabar dari seorang nelayan, Amir (25) yang mengontrak salah satu kamar di rumah tersebut.

Haryanto (27), pengemudi minibus naas mengaku sebelum kejadian dirinya beriringan dengan sebuah truk tanki. Saat itu cuaca sedang hujan. Ketika melintasi tikungan, lanjut warga Banyuputih, Batang, Pekalongan itu, kendaraan yang dikemudikannya oleng dan tak terkendali.

Hasil olah TKP, tutur Kanit Lakalantas Ipda Sugeng Rusly, tidak ditemukan tanda-tanda pengereman. Diperkirakan sebelum kejadian, minibus yang sedianya akan menjemput nelayan andon (pulang) dari Pantai Tamperan untuk dibawa kembali ke Pekalongan melaju dengan kecepatan tinggi. "Kemungkinan besar pengemudi mengantuk. Buktinya, tidak ditemukan tanda-tanda pengereman sama sekali," tandasnya.

Angka Buta Huruf di Sumenep Tinggi

SUMENEP – Penurunan angka buta aksara di Kabupaten Sumenep masih belum signifikan. Nyatanya, data di Dinas Pendidikan (Disdik) pada tahun 2013 masih tercatat 111.124 orang yang belum bisa baca tulis tersebar di 27 kecamatan kepulauan dan daratan. Tiga kecamatan merupakan kantong penyandang buta aksara terbanyak, diantaranya Batang-batang, Batu Putih dan Dungkek.

Kepala Disdik Sumenep, Moh. Sadik, mengakui bahwa kasus buta aksara di Sumenep masih cukup tinggi. Walaupun setiap tahun ada penurunan, namun mengatasi hal tersebut tidak mudah karena butuh waktu cukup lama. "Kami sudah berupaya maksimal," jelasnya, kemarin.

Menurutnya, dalam dua tahun terakhir angka buta aksara cenderung menurun. Pada tahun 2011 jumlah buta aksara tercatat 136.585 orang, tahun 2012 berkurang jadi 123.703 orang. Tahun ini Disdik Sumenep berupaya mengentas buta aksara sebanyak 2.770 orang.

Tak tanggung-tanggung, Pemkab Sumenep telah menyediakan anggaran khusus Rp 5 miliar untuk program tersebut. Dana tersebut berasal dari APBD Rp.1 Miliar, Dana Dekon Rp.3,4 miliar dan APBN Rp. 900 juta rupiah.

Air Konsumsi Warga Diwaspadai Penuh Bakteri

BATU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mewaspadai air di sejumlah permukiman warga yang tidak layak konsumsi. Sebagai antisipasinya, frekuensi uji kualitas air minum warga bakal diperbanyak.

Kepala Dinkes Kota Batu, Endang Triningsih, mengatakan, hasil evaluasi pada tahun lalu ada sejumlah titik permukiman warga yang airnya dipenuhi bakteri yang bisa menimbulkan diare atau sakit perut bagi mereka yang mengkonsumsi.

“Saya lupa persisnya di titik mana saja air minum warga dari sisi bakteriologinya cukup tinggi. Tapi selama ini tidak ada kejadian serangan penyakit perut sampai skala besar di Batu,” kata Endang, Minggu (19/5).

Pada tahun lalu, kata dia, uji kualitas air di permukiman warga tidak bisa dilakukan secara maksimal. Selama satu tahun maksimal hanya bisa dilakukan sepuluh kali uji kualitas. Minimnya pengujian itu karena kendala anggaran dan ketiadaan peralatan.

Selama ini air konsumsi warga Batu dibawa ke laboratorium di Kota Malang untuk diuji. “Tahun lalu kalau tidak salah hanya sekitar sepuluh kali uji air. Butuh biaya tinggi untuk itu karena kami tidak memiliki peralatan sendiri. Pada tahun ini, kami bakal memiliki peralatan sendiri dan bisa lebih maksimal lagi,” papar Endang.

Pada tahun ini Dinkes mengalokasikan anggaran sebesar Rp 290 juta untuk pengadaan alat uji kualitas air. Dengan adanya peralatan itu, pengujian bisa dilakukan sendiri sampai pada mengetahui hasilnya. Meski dari sisi anggaran untuk pelaksanaan uji air minim, tapi keberadaan alat itu bisa mempermudah pekerjaan.

“Anggaran Dinkes itu kan memang minim, tapi kalau punya peralatan sendiri bisa lebih fleksibel lagi. Selain itu pengujian juga bisa dilakukan secara merata di tiga kecamatan,” ujar Endang.

Terkait uji air di sejumlah sungai dan sumber air, Endang menyebut kewenangan itu ada di Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Batu. Sedangkan tugas Dinkes hanya menguji air di rumah warga untuk kebutuhan konsumsi sehari – hari.

“Kalau untuk menguji kualitas air di sungai sampai sumber air itu bukan ranah kita. Dinkes hanya berkewajiban memantau air di pemukiman apakah layak konsumsi warga atau tidak,” pungkas Endang. zar

Kawasan Industri Baru Banyak Dilirik Calon Investor

MOJOKERTO – Upaya Bupati Mojokerto, H Mustofa Kamal Pasa (MKP), SE membuka kawasan industri baru di utara Sungai Brantas mulai menujukkan hasil. Para calon investor mulai berdatangan, baik lokal maupun asing, melirik kawasan industri baru di Mojokerto itu.

Alasan bupati MKP membuka kawasan industri baru di utara sungai Brantas, selain sebagai upaya pemerataan ekonomi dan pembangunan, juga mengurangi jumlah pengangguran serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Dengan membuka kawasan industri di lokasi itu, mempercepat dan memudahkan sistem transportasi hasil industri untuk dibawa ke pelabuhan Tanjung Perak maupun Bandara Juanda, dengan dibangunnya akses jalan tol Surabaya – Mojokerto (Sumo).

Menurut Bupati MKP, pencapain pertumbuhan ekonomi Kab. Mojokerto tahun 2010 di atas pertumbuhan ekonomi Provinsi Jatim dan Nasional, yakni 6,74% dengan pendapatan per kapita Kab. Mojokerto tahun 2010 mencapai Rp 15.130.859/tahun. Pendapatan perkapita masyarakat di Kab. Mojokerto selama 4 tahun naik 41%.

Sementara jumlah investasi yang masuk dari tahun 2009 - 2011 untuk penanam modal asing (PMA) 35 perusahaan dan sementara penanam modal dalam negeri (PMDN) 15 perusahaan. Total jumlah industri sampai akhir tahun 2012 lalu tercatat 148 industri menengah besar dan 721 industri kecil mikro. Sedangkan untuk 37 industri PMA, diantaranya berasal dari Jepang, Taiwan, Korea, Inggris, Belanda, Amerika, India, serta China.

Produk industri unggulan ekspor di Kab. Mojokerto antara lain, kertas, tembakau, alat musik, alas kaki, patung batu, logam, cor kuningan, benang, minuman dan MSG. Dengan tujuan ekspor Amerika, Eropa, Asia dan Australia.

Potensi peluang investasi di Kab.Mojokerto sangat besar. Sekarang Pemkab Mojokerto menyiapkan puluhan ribu hektare untuk lahan industri yang tersebar di Kec. Jetis, Kemlagi, Dawarblandong, Ngoro, dan Kec, Mojoanyar. Di Kec. Jetis terdiri dari 11 desa. Kec. Dawarblandong, 17 desa dan Kec. Kemlagi, 15 desa.

Menurut Bupati MKP, Kab. Mojokerto letaknya strategis, karena terdapat situs pusat Kerajaan Majapahit, ada jalan tol Surabaya – Mojokerto (Sumo) kini pembangunannnya sudah mencapai lebih 95%. Luas wilayah Kab. Mojokerto 969.36 km2 dengan posisi strategis 50 km dari ibukota Propinsi Jawa Timur.

Selain itu di Kab. Mojokerto sudah terpasang jaringan Gas dan Air Bersih (PDAM).

Untuk mendukung supaya transportasi lancar kini Pemkab Mojokerto getol memperbaiki, melebarkan serta meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan di Mojokerto.

Untuk tahun 2013 ini Pemkab Mojokerto mengalokasikan dana sedikitnya Rp 200 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan.

Bupati tidak hanya memperbaiki jalan raya saja, namun juga mengalokasikan dana perbaikan jalan poros desa dan kecamatan sekitar 1000 Km tersebar di Kab. Mojokerto. Selain itu semua jalan yang berpotensi ekonomi akan diperlebar minimal 6 meter sampai 12 meter.

Biantoro, pengusaha mainan anak-anak dari Tangerang mengatakan, dia datang ke Kab. Mojokerto survei lokasi kawasan industri baru itu. Hasil survei ini akan dipakai kajian bagi manejemen untuk pengembangan usaha di Kab. Mojokerto.

Lahan yang dibutuhkan sekitar 100 hektare. Survei itu menyangkaut letak lahan, akses jalan dan transportasi ke Pelabuhan Tanjung Perak, harga tanah, upah tenaga kerja, serta pengurusan izin. “Kami survei lokasi di Kab. Mojokerto dua hari. Jika membuka industri di Kab. Mojokerto, pabriknya akan membutuhkan tenaga kerja tahap awal minimal 500 orang,” katanya

Sedangkan, Shie Liang pengusaha makanan ringan asal Jateng mengatakan, dia datang ke Kab. Mojokerto karena ingin membandingkan lokasi ini dengan lokasi di Sukodono Kab. Sidoarjo untuk industri makanan ringan yang dikirim ke luar negeri

Kota Batu Klaim Bebas Buta Aksara

Malang - Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Budi Santoso, menyatakan bahwa kota dingin itu pada tahun ini sudah terbebas dari buta aksara.

"Karena sudah tidak ada lagi warga yang buta aksara, maka program pengentasan buta aksara atau keaksaraan fungsional kita hapus dan digantikan dengan program lainnya," kata Budi Santoso di Malang, Senin (20/5).

Ia mengakui jika tahun lalu masih banyak warga yang buta aksara, bahkan di setiap desa atau kelurahan di kota itu rata-rata ada 800 warga yang tidak bisa membaca dan menulis.

Akan tetapi, lanjutnya, tahun ini seluruh warga buta aksara yang jumlahnya mencapai 20 ribu jiwa (jumlah akumulasi dari tahun ke tahun) sudah terbebas dari belenggu tidak bisa membaca dan menulis.

Karena sudah tidak ada lagi warga yang mengalami buta aksara, katanya, program yang seharusnya untuk mengentaskan warga dari buta aksara dihapus dan digantikan dengan pelatihan berbagai keterampilan dan pesertanya juga jebolan dari peserta program pengentasan buta aksara.

"Keterampilan yang diajarkan pada mereka di antaranya adalah keterampilan bordir dan keterampilan lainnya bisa menopang keahlian mereka sebagai bekal untuk bekerja atau membuka usaha sendir," tegasnya.

Sementara itu di Kota Malang, warga yang masih buta aksara jumlahnya cukup tinggi dan setiap tahun yang dientaskan rata-rata sebanyak 2.000 orang. Tahun 2015 kota itu menargetkan sudah terbebas dari buta aksara.

Program pengentasan buta aksara di Kota Malang melalui kelompok belajar yang dilaksanakan di hampir setiap masing-masing RW. Kegiatan belajar bagi warga yang masih buta aksara tersebut dilaksanakan satu kali dalam sepekan.

Berdasarkan data sensus 2010 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), warga Kota Malang yang masih menyandang buta aksara mencapai 6.000 lebih. Namun, Diknas setempat mengklaim jika kota itu saat ini sudah terbebas dari buta aksara.

Sehari 3 Orang Jadi Korban Laka Lantas

MOJOKERTO – Tiga orang tewas diduga akibat kecelakaan di dua tempat yakni di Pacet, dan Jetis Kab. Mojokerto, Minggu (19/5). Dua korban tewas di sebuah sawah di Desa Warugunung, Kec. Pacet, yakni LutfiMaulana (19) asal Desa Terungkulon, Kec. Krian, Kab. Sidoarjo, dan Ahmad Nurul Hidayat (20) asal Desa, Kec. Karangpilang, Kab. Sidoarjo.

Kedua jenasah korban ditemukan warga dalam posisi tergeletak di sawah dan terluka parah di bagian badan, dan kepala. Tak jauh dari dua mayat korban ditemukan motor, dompet dan HP diduga milik kedua korban.

Sugiman, saksi mata asal Desa Warugunung, Pacet, dikonfirmasi, Minggu (19/5) petang mengatakan, kedua korban tewas diduga kuat akibat kecelakaan. Pasalnya, harta benda milik kedua korban ditemukan dalam kondisi utuh.

Selain itu, di jalan dekat ditemukan mayat kedua korban ada bekas goresan di badan jalan aspal, diduga bekas ban motor yang dikendarai korban. “Kami menduga sebelum kedua korban tewas, kemungkinan besar motor mereka selip, oleng dan masuk ke sawah. Sampai kini tak ada saksi yang melihat peristiwa itu,” katanya.

Sementara, di jalan Raya Mlirip, Kec. Jetis, Kab. Mojokerto seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya, tewas setelah motornya berplat Nopol L 6679 CM ditabrak mobil Mitsubishi L 300 N 8742 NW.

Hadi, warga Mlirip, Kec. Jetis, mengatakan, waktu itu ia bersama warga lainnya sedang kongkow di tepi jalan ketika melihat mobil pikap dikemudikan Yadi meluncur cepat dari arah Surabaya.

Ketika masuk Desa Mlirip mendadak mobil berjalan oleng bersaman itu dari arah selatan muncul sepeda motor yang melaju. Karena jarak mobil pikap dengan motor korban dekat, sehingga kecelakaan tak bisa dihindarkan.

Setelah menabrak motor, pikap terperosok ke parit. Korban yang terluka parah, oleh sopir pikap dan warga ditolong dibawa ke RSUD Kota Mojokerto. Ketika menjalani perawatan tim medis korban tewas.

Kanit Laka Polres Mojokerto, Iptu Sariyanto mengatakan, hasil pemeriksaan sementara, korban tewas akibat laka lantas. Sementara Kapolsek Jetis Kompol Johan Nawawi mengatakan, sampai kini polisi sudah mengamankan sopir mobil pikap, dan polisi masih mengumpulkan keterangan identitas korban. bas

Jadi Penadah, Aktivis LSM Ditangkap Polisi

MALANG – Rosidi, warga Dampit Kabupaten Malang, harus berurusan dengan kepolisian. Pria yang mengaku sebagai penggiat di LSM Komisi Nasional Perlindungan Konsumen dan Pelaku Usaha (Komnas PKPU) ini dijadikan tersangka dengan dugaan menjadi penadah mobil hasil penggelapan.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto, mengatakan, tersangka terlibat kejahatan penggelapan dan penadahan mobil yang melibatkan sejumlah rekannya. “Ada dua orang pelaku lain yang sudah kami tangkap terlebih dahulu awal tahun ini. Nama Rosidi disebut sebagai perantara para pelaku sebelumnya,” papar Arief, Minggu (19/5).

Keterlibatan Rosidi dalam kasus ini bermula saat polisi menangkap IA dan AE, dua pelaku yang ditangkap pada Januari lalu. Keduanya sudah divonis dua tahun penjara karena melarikan mobil Toyota Avanza N 1358 A milik sebuh perusahaan rental mobil.

“Rosidi bertindak sebagai perantara dua pelaku sebelumnya untuk menjual mobil yang dilarikannya,” kata Arief.

Rosidi sendiri sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Jatim. Ia menjadi DPO setelah dilaporkan perusahaan leasing dengan tuduhan membawa kabur mobil. Sempat diburu selama tiga bulan, ia ditangkap saat bersama istrinya di Pasar Dampit mengendarai mobil Daihatsu Xenia N 805 DK. “Saat kami cek, ternyata mobil itu juga hasil kejahatan penggelapan dari sebuah perusahaan leasing,” ujar Arief.

Kuasa hukum Rosidi sendiri sempat mengajukan gugatan praperadilan atas penangkapan tersebut. Alasannya, penangkapan yang dilakukan kepolisian atas Rosidi dianggap tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang menolak gugatan tersebut dan membenarkan tindakan kepolisian.

“PN Kota Malang membenarkan apa yang sudah dilakukan oleh tim penyidik. Karenanya gugatan praperadilan tim kuasa hukum Rosidi ditolak,” jelas Arief.

Rosidi sendiri membantah tuduhan ia membawa kabur dan menadah mobil. “Mobil itu titipan dari warga yang mengaku dikejar debt collector. Kami juga memberi uang jaminan pada mereka yang menitipkan mobil,” ucap Rosidi di Mapolres Malang Kota.

Mobil Daihatsu Xenia yang dikendarai Rosidi misalnya, dititipkan oleh seseorang dengan meminta uang sebesar Rp 10 juta. Namun olehnya hanya diberi uang sebesar Rp 1 juta. “Karena saya hanya punya uang sebesar itu, yang menitip pun setuju dengan besaran uang saya saya beri,” kilahnya.

Menurut Rosidi, lembaganya dikenal banyak pihak yang terlibat kasus. Mereka sering menitipkan barang yang sedang dalam sengketa. Akibat perbuatannya yang terakhir itu, ia terancam dijerat dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. zar

Berkibar Bersama "Mushroom Factory"

Kini, orang - orang Surabaya memiliki kudapan favorit baru, yaitu jamur bumbu berbalur tepung yang digoreng garing, lengkap dengan sambal dan mayones sebagai pelengkap. Kudapan ini hasil kreasi Tririan Arianto melalui Mushroom Factory miliknya.


Tririan Arianto adalah seorang insinyur telekomunikasi. Namun, ternyata rezekinya justru mengalir deras dari usaha kudapan jamur bermerek Mushroom Factory. Kini, kudapan jamur produksinya sangat digemari, khususnya di Surabaya, tempat kelahirannya.

Tak heran jika saban bulan ia mampu meraup omzet antara Rp 80 juta hingga Rp 100 juta. Ia juga masuk dalam daftar finalis ajang Wirausaha Muda Mandiri yang digelar Bank Mandiri 2009 lalu. Boleh dibilang, pria yang akrab dipanggil Rian ini memulai usahanya dengan kenekatan. Ia mulai membuka gerai pertamanya September 2008.

Menu Mushroom Factory
Waktu itu, ia menyewa sebuah tempat di Mal Tunjungan Plaza. Ternyata kenekatannya berbuah hasil menggembirakan. Para pengunjung mal yang berbuka puasa langsung mengerumuni gerai tersebut.

Awalnya, para pengunjung tadi hanya penasaran. Tapi lama kelamaan, mereka ketagihan. Apalagi waktu itu harga kudapan jamurnya hanya Rp 7.000 per porsi.

Tiga bulan kemudian, ia pun membuka gerai di Royal Plaza Surabaya. Lalu berturut-turut ia menambah sehingga ia memiliki empat gerai. Akhirnya, banyak yang jadi pelanggan. Bahkan, banyak dari mereka yang meminta menjadi mitra waralabanya.

Padahal, Rian mengaku belum mengerti sistem waralaba. Ia hanya tahu bahwa sistem tersebut telah sukses. Misalnya saja, waralaba Kebab Baba Rafi dengan kudapan ala Timur Tengah-nya. Karena itu, Rian menawarkan konsep kemitraan dengan bagi hasil 70:30. Dengan sistem ini, ia berhasil menggandeng enam mitra. Tapi, mulai November 2009, Rian mulai menawarkan sistem waralaba Mushroom Factory. “Menggunakan sistem waralaba akan mempercepat pertumbuhan bisnis ini,” dalihnya.

Rian berencana, mulai gerai ke sebelas, ia tidak akan campur tangan di pengelolaan bisnis gerai mitranya. Ia hanya akan berperan sebatas pemasok bahan baku serta menjalankan promosi. Sejauh ini, semua gerai Mushroom Factory baru beroperasi di Surabaya dan sekitarnya. Tapi, kata Rian, bukan berarti tidak ada yang berniat membuka di kota lain, seperti Jakarta. Cuma, menurut Rian, kendala membuka gerai di Jakarta adalah mahalnya sewa tempat di mal. “Di Surabaya, Rp 7 juta sudah mendapat tempat premium, di Jakarta uang segitu hanya mendapatkan tempat biasa,” keluhnya.

Padahal, Rian mengatakan, lokasi gerai adalah hal penting agar produknya diingat sebagai camilan premium. Beratnya biaya sewa inilah yang mengakibatkan beberapa peminat mengurungkan niatnya membuka gerai Mushroom Factory di Jakarta.

Lantaran tak ingin menawarkan waralaba yang merugi, Rian tengah menghitung ulang untuk menemukan model bisnis yang tepat. Jadi, usahanya nanti bisa menembus pasar Jakarta. Untuk memasarkan waralabanya, Rian memanfaatkan peran teknologi. Ia sadar betul akan kekuatan dunia maya dalam membantu mempromosikan waralabanya. “Saya rajin memasarkan produk ini melalui Facebook, milis, dan website,” katanya. Kebetulan, sebagai sarjana teknik jurusan telekomunikasi, Rian sangat paham tentang seluk-beluk dunia maya.

Bercita-cita Menjadi Pengusaha
Ketika masih sekolah, pria dengan sapaan akrab Rian ini kerap tergiur saat mendengar kisah sukses pengusaha. Selain tajir, jam kerja pengusaha lebih bebas. Rian muda dengan mantap memasang cita-cita sebagai pengusaha. Padahal, dia lahir dari keluarga berlatar belakang pegawai negeri sipil. Ibu Rian berprofesi sebagai guru dan ayahnya bekerja di rumah sakit. “Tapi, rencananya saya baru jadi pengusaha setelah 30 tahun bekerja,” kata Rian, mengenang.

Rian lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 5 Oktober 1983. Dia mengenyam pendidikan dasar hingga atas di Sidoarjo. Hingga SMP, Rian mengaku tidak terlalu aktif mengikuti kegiatan di luar sekolah.

Baru pada saat SMA dia mulai mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Ketika kuliah di Sekolah Tinggi Telekomunikasi Telkom, Rian benar-benar aktif melakukan berbagai kegiatan. Dengan pintar, dia membagi waktu untuk kuliah dan aktif di berbagai organisasi kampus, hingga menjadi asisten dosen.

Selesai kuliah, Rian hijrah ke Jakarta. Dia bekerja di sebuah vendor telekomunikasi. Baru beberapa bulan bekerja, Rian mendapat tugas membangun sistem 3G di Surabaya selama enam bulan.

Setelah itu, Rian mendapat pekerjaan baru di operator telekomunikasi dan bertugas di Makassar, Sulawesi Selatan. Dia menjadi wakil manajemen di sana. Sekitar empat bulan kemudian, perusahaan memintanya pindah ke Jakarta. “Tapi saya tolak karena sebenarnya kurang suka dengan kondisi Jakarta,” kata Rian.

Lalu, Rian bekerja di Riyadh, Arab Saudi. Bekerja di luar negeri memang salah satu hasrat Rian yang terpendam. Kebetulan, tawaran itu datang dan dia nekat mengiyakan saja, walau hanya bermodal penguasaan bahasa Inggris dan Arab yang pas-pasan.

Bersama dua orang temannya, Rian berangkat ke Arab Saudi. Baru tiga bulan bekerja, ada salah satu temannya yang merasa kurang cocok dan ingin pulang. Dengan alasan solidaritas, ketiganya kembali ke Indonesia.

Baru ketika di Indonesia, Rian mulai berpikir memulai wirausaha. Apalagi setelah mencicipi gaji bermata uang asing, dia kesulitan menemukan pekerjaan dengan gaji yang setara. Bermodal tabungan selama bekerja, pria yang hobi membaca ini mencari peluang bisnis.

Ketika tiba di Surabaya, Rian bertemu dengan salah seorang temannya yang biasa berjualan jamur di pasar. Sang teman menceritakan ia kerapkali harus menderita rugi apabila jamur segar dagangannya tidak laku. Umur efektif jamur segar yang layak konsumsi memang hanya dua hari.

Kebetulan, Rian sempat memodali usaha pengolahan jamur salah seorang temannya di Bandung. Meski usaha keripik jamur tidak berhasil, rupanya Rian cukup terkesan dan menjadi inspirasi untuk memulai usaha baru olahan jamur di Surabaya.

Saat itu, di Surabaya sedang tren kudapan kentang berbumbu. Rian lantas terpikir untuk mengadaptasi kudapan itu dalam bentuk jamur. Dia lalu menawarkan konsep itu kepada temannya.

Sang teman sepakat. Keduanya mencoba-coba resep dan melakukan uji coba kepada teman-teman dekat hingga akhirnya menemukan racikan yang tepat. Dua orang ini lantas patungan dan terkumpullah duit sebesar Rp 35 juta.

Modal patungan tersebut untuk membeli aneka peralatan masak lengkap, bahan baku, serta sewa stan di Tunjungan Plaza, Surabaya. Dan, lahirlah produk utama Mushroom Factory, yaitu jamur yang berbalut tepung yang digoreng kering.

Rian menyajikan jamur ini dalam kemasan premium. Ada dua pilihan rasa, yakni original dan tasty. Rasa original mengandalkan saus sambal dan mayonaise. Sedangkan rasa tasty memakai keju, bumbu barbeque, dan sambal tabur.

Dalam perkembangannya, Mushroom Factory juga menambah produk-produk lain, seperti brokoli, bawang bombay, dan jamur enoki impor, dalam produknya. Untuk mengamankan pasokan jamur, Rian menjalin kerjasama dengan puluhan petani jamur di Surabaya.

Wirausaha Itu Seperti Berenang
Mushroom Factory resmi beroperasi sejak September 2008 dan dalam waktu yang cukup singkat, bisnis ini menghasilkan duit yang cukup besar bagi Rian. Kenyataan ini membuat Rian melupakan niat awalnya berbisnis untuk sekadar rehat sebelum mencari pekerjaan baru.

Rian mengaku tak berminat lagi menjadi karyawan, walau keputusan ini menimbulkan sedikit masalah. Orang tuanya sulit menerima kenyataan anaknya bukan pegawai. Mereka selalu menyuruh Rian mencari pekerjaan baru.

Untuk menjaga hubungan dengan orang tua, Rian pura-pura bekerja sebagai pegawai kantoran. Dia melakukan sedikit kamuflase dengan cara berangkat pagi dan pulang agak malam, layaknya seorang karyawan kantoran.

Padahal, sepanjang hari Rian mengurusi gerai Mushroom Factory. Sesekali, dia melayani langsung konsumen sambil mengobrol untuk mengetahui pendapat mereka mengenai produknya.

Setelah beberapa bulan berjalan dan hasil usahanya terlihat, Rian akhirnya memberitahukan orang tuanya mengenai statusnya sebagai pengusaha. Butuh waktu setahun untuk meyakinkan orangtua bahwa bisnis ini bisa menghidupinya. “Apalagi setelah bisnis saya masuk koran dan televisi,” kata Rian.

Sebenarnya, penolakan dari orangtua ini bukan hambatan utama Rian. Dia mengaku sempat mengalami kesulitan mengubah pola pikir dari seorang pegawai menjadi pengusaha. Rian nekat untuk melakukan pekerjaan baru ini. Pria yang hobi meriset ini membuat analogi dunia wirausaha seperti berenang. Hanya dengan belajar teori saja tidak cukup. Orang harus melakukan kegiatan ini untuk bisa menguasainya.

Dia mengakui, banyak orang yang telanjur berpandangan bahwa menjadi pengusaha itu sulit dan penghasilannya tidak pasti. Namun bila seseorang berhasil mengubah pola pikir ini, mereka akan lebih mudah mengumpulkan keberanian menjadi pengusaha.

Kesulitan finansial juga sempat menghampiri Rian kala membuka outlet pertama. Duit hasil patungan ternyata tidak cukup. Lagi-lagi Rian nekat. Kali ini dia memakai dulu alokasi duit untuk membiayai pernikahan. Untungnya, dia bisa mengembalikan duit itu dari bisnisnya dan pernikahannya berlangsung sesuai rencana.

Usaha itu berkembang semakin pesat. Rian berencana membuka restoran jamur. Dia sudah memiliki beberapa masakan yang sudah siap masuk daftar menu. Nantinya, Rian bercita-cita, produk olahan jamur, seperti sosis dan nugget jamur, bisa menjadi oleh-oleh khas Surabaya.

Rian juga melebarkan sayap usaha dengan menjadi produsen dan distributor keripik jamur bernama Tiramizzu. Sambutan konsumen cukup baik. Pada bulan pertama usahanya, Rian mengirimkan hampir 1.000 kemasan keripik jamur kreasinya ke seluruh Indonesia. Kini Rian tengah menyiapkan website untuk mempromosikan keripik berharga jual Rp 12.000 per kemasan itu.

Selain menjadi pengusaha jamur, Rian juga menjadi agen sandal, berinvestasi di dunia telekomunikasi, dan sekaligus memiliki waralaba enam outlet teh poci. Selain itu Rian bercita-cita menyulap sebidang tanah dekat rumahnya menjadi sebuah pesantren wirausaha.

Rian mengaku betah menjadi pengusaha, meski hingga kini masih banyak tawaran yang datang kepadanya untuk menjadi karyawan telekomunikasi di luar negeri dengan gaji besar. Penghasilan bulanannya sebagai pengusaha sudah bisa mengalahkan gajinya sebagai pegawai perusahaan telekomunikasi di Indonesia dulu. Rian memasang target untuk bisa meraup pendapatan lebih besar daripada bekerja di luar negeri.

Kini Rian mengaku bisa menjalani hidupnya dengan lebih santai. Dia hanya ke kantor kalau ada keperluan. Bila tidak, dia lebih suka menghabiskan waktu untuk mempromosikan bisnisnya melalui dunia maya

Kartu Tuntas Dibagikan, 480 Ribu Belum Terkover

SURABAYA - Pembagian kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di Jatim akhirnya tuntas. Sampai pertengahan bulan Mei, Pemprov Jatim sudah membagikan sekitar 13,9 juta kartu Jamkesmas di 38 kabupaten/kota di Jatim. Sayangnya, masih ada sekitar 480 ribu warga miskin di Jatim ayng belum terkover.

”Sudah selesai pembagian kartu Jamkesmas di 38 kabupaten/kota di Jatim pada pertengahan bulan ini,” kata Asisten III Pemprov Jatim Eddy Purwinarto pada Minggu (18/5).

Dia mengatakan, pihaknya hanya menunggu proses verifikasi tahapan kedua terhadap kartu Jamkesmas yang mengalami kekeliruan.”Ini yang tahap kedua tinggal menunggu verifikasi di lapangan saja apakah nanti memang ada yang keliru dan tidak memenuhi syarat,” tegasnya.

Eddy berharap verifikasi terhadap pembagian kartu Jamkesmas tahapan kedua tersebut bisa diselesaikan pada akhir bulan Mei. Sehingga, nantinya penerima kartu Jamkesmas yang tidak memenuhi syarat di lapangan bisa diganti dengan peserta baru. ”Mudah-mudahan bisa diselesaikan secepatnya agar nanti peserta yang tidak memenuhi syarat bisa segera diganti dengan peserta baru,” kata Eddy

Memang, dari data yang dihimpun, sebanyak 70 ribu kartu Jamkesmas yang dibagikan pada tahap pertama lalu salah sasaran. Pada tahap pertama, kartu yang dibagikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kepada 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur ternyata banyak yang keliru.

Di antaranya adalah kartu dobel, tidak ada alamat dalam kartu, dan ada peserta Jamkesmas yang tidak kebagian kartu meskipun namanya tercatat dalam buku induk Kemenkes. Parahnya lagi, warga yang mampu dari sisi ekonomi banyak yang menerima kartu pengobatan gratis bagi warga miskin tersebut.

Eddy berharap Kemenkes secepatnya bisa mengganti peserta Jamkesmas yang salah sasaran dengan peserta baru. Pasalnya, saat ini ratusan ribu warga di Jatim masih belum memperoleh kepastian apakah dimasukkan dalam Jamkesmas atau tidak.

”Sampai sekarang belum ada jawaban, kami berharap agar bisa diberikan pernyataan resmi secepatnya. Yang jelas prinsip kami akan menyelesaikan secepatnya proses validasi di masing-masing daerah,” tegasnya.

Sekadar diketahui, pada tahun 2013 total pengguna kartu Jamkesmas di Jatim mencapai 13,9 juta pengguna dengan rincian kuota awal sebanyak 12,5 ditambah permohonan kuota baru sebanyak 1,4 juta. Penambahan kuota itu dilakukan setelah tim dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) melakukan validasi awal ke masyarakat sehingga ditemukan 1,3 warga yang layak memperoleh kartu Jamkesmas.

Sementara Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Fuad Mahsuni mengatakan, pihaknya meminta agar Kemenkes memberikan kelonggaran dengan menambah kuota peserta baru. Pasalnya, sampai saat ini meski sudah ada revisi pada tahap pertama, Kemenkes tidak memberikan kepastian menambah atau menolak kuota peserta baru tersebut.

”Harus ada kepastian secara resmi, karena ini menyangkut warga miskin. Saya mengharapkan selama proses validasi memang peserta Jamkesmas boleh menggunakan kartu Jamkesmas yang lama,” kata Fuad.

Di samping itu, kata Fuad, Kemenkes juga harus memasukkan 480.112 warga miskin di Jatim tidak masuk dari 13,9 juta kuota Jamkesmas tahun 2013 ini. Pasalnya, mereka pada tahun lalu menjadi peserta Jamkesmas. “Kami menginginkan agar Pemprov bisa memperjuangkan nasib mereka supaya bisa terkover dalam Jamkesmas 2013,“ tegasnya.

AAI: Tidak Memangkas Peran Polisi dan Jaksa

SURABAYA - Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) menjawab usulan Kejaksaan yang meminta agar peran polisi dan jaksa tidak dipangkas. AAI berpendapat bahwa Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) tidak akan memangkas peran polisi atau jaksa. Hanya saja, RUU KUHAP itu diajukan semata-mata agar tidak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Dewan Kehormatan DPP AAI Jawa Timur, Tjandra Sridjaja Pradjonggo mengatakan, seorang yang ditetapkan tersangka juga memiliki hak dalam hukum. “Jangan sampai aparat hukum memangkas hal itu para tersangka,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (19/5).

Ia mencontohkan, dalam penerapan hukum saat ini, banyak tersangka yang telah dirugikan jika dengan suatu penahanan. “Bayangkan, saat penyelidikan sampai kasusnya di pengadilan seseorang tersangka dilakukan penahanan. Setalah itu ternyata hakim memutuskan tersangka tidak bersalah dan dibebaskan. Jika melihat seperti itu, berarti seseorang itu dirugikan,” paparnya.

Menurutnya, AAI dalam ini sama sekali tidak berupaya untuk memangkas kewenangan polisi atau jaksa. Pihaknya hanya ingin adanya kesetaraan antara advokat, polisi, dan jaksa. “Selama ini advokat tidak bisa berbuat banyak saat kliennya tak mendapat haknya saat ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” tambahnya.

Dalam RUU KUHAP ini, lanjut Tjandra, pihaknya juga mendukung upaya jaksa yang berani menuntut bebas terdakwa bila memang terdakwa tidak terbukti bersalah. “Sebaliknya sebagai advokat juga seperti itu. Bila kliennya bersalah, maka juga jangan ngotot minta kliennya dibebaskan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, saat ini banyak yang salah dalam menafsirkan tugas advokat. Baginya, tugas seorang advokat adalah membela kliennya yang hak-haknya tidak diberikan oleh penegak hukum. “Jika tahu kliennya salah, maka advokat juga harus berani bersikap jujur dan tidak meminta agar kliennya dibebaskan,” katanya.

RUU KUHAP ini sampai saat ini masih bisa belum terealisasikan, “Maka itu kami mendorong agar RUU ini supaya disahkan karena sudah saatnya para advokat berdiri tegak setara dengan penegak hukum lainnya,” beber Tjandra.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Marwan Effendi meminta agar kewenangan jaksa dan polisi tidak dipangkas dalam RUU KUHAP. Menurutnya, hal itu akan merubah total sistem peradilan pidana di Indonesia. Pasalnya, hukum Indonesia akan mengadopsi secara total sistem hukum Eropa Kontinental yang berlaku di Eropa Barat seperti Prancis dan Belanda. Terlebih lagi tanpa menghitung kondisi factual, cultural dan implementasinya sangat berbeda dengan Indonesia.

Menurutnya, jika itu dipaksakan maka akan terjadi perubahan sistem yang sangat mendasar. Dalam RUU KUHAP dirancang kelembagaan, praperadilan akan diganti oleh Hakim Komisaris. Selain itu di RUU KUHAP juga mencantumkan kewenangan polisi dan jaksa yang diambil alih oleh Hakim Komisaris.

Marwan mengatakan, hal tersebut dinilai tidak mencerminkan azas peradilan yang cepat, murah dan sederhana. Oleh karenanya dia mengusulkan pada perubahan RUU KUHAP yang diketuai agar tetap memberikan kewenangan pada polisi dan jaksa untuk menangkap, menahan dan menyita barang bukti.

“Saya sudah usulkan, kewenangan jaksa sebaiknya disederhanakan saja. Jangan semua harus lapor ke hakim pemeriksa pendahuluan, nantinya bisa akan bertambah ribet dan tidak mencerminkan azaz peradilan yang cepat, murah dan sederhana,” ucapnya.

Bentuk penyederhanaan kewenangan polisi dan jaksa kewenangan menahan, menyita BB maupun menangkap tersangka tetap diberikan pada polisi dan jaksa, namun apabila ada yang keberatan hal tersebut maka bisa mengajukan keberatan ke hakim pemeriksa pendahuluan.

Fasilitas Dewan Masih Digandoli

Wishnu Wardhana (WW) dan Agus Santoso telah resmi lengser dari DPRD Surabaya sejak sidang paripurna Pemberhentian Antarwaktu (PAW) keduanya digelar 6 Mei atau dua pekan lalu. Tapi sampai sekarang, keduanya yang merupakan mantan Ketua DPRD Surabaya dan Ketua Badan Kehormatan (BK) itu masih nggandoli alias belum mengembalikan fasilitas dewan berupa mobil dinas dan laptop.

Atas kondisi itu, Eric Reginald Tahalele, Anggota Komisi A DPRD Surabaya mempertanyakannya. Sebab, sudah selayaknya keduanya mengembalikan kendaraan dan fasilitas kelengkapan anggota dewan tersebut.

“Tidak ada alasan bagi keduanya untuk mempertahankan fasilitas yang selama ini mereka pegang. Sebab, itu fasilitas yang diberikan negara kepada mereka untuk tugas negara, bukan kepentingan pribadi,” ujar Eric, Senin (20/5).

Menurunya, mereka berdua tidak berhak lagi menggunakan fasilitas negera karena sudah mundur dari lembaga dewan. Bila mereka masih ngotot mempertahankan fasilitas negara tersebut, maka yang bersangkutan bisa kena jerat hukum.

“Mari kita tunggu saja bagaimana hasilnya nanti. Apakah mereka berinisiatif menyerahkan kendaraan yang dipnjam pakai itu atau tidak. Kalau tidak bisa disebut sebagai penggelapan barang milik negara,” jelas dia.

Selain itu, kata dia, dewan juga akan segera menarik fasilitas anggota dewan yang menjadi calon legislatif (caleg) dari partai lain. Fasilitas yang ditarik itu berupa mobil dinas dan laptop.

Keempat anggota dewan tersebut antara lain Simon Lekatompessy, Emanuel Lumondong, dan Rio Patisilano. Ketiganya dari Fraksi Partai Damai Sejahtera dan maju dalam Pileg melalui Partai Hanura. Kemudian Camelia Habibah, angota dewan dari PKNU yang akan maju Pileg melalui PKB.

“Masalah yang dialami WW dan Agus Santoso beda dengan kasusnya Simon Lekatompessy, Cs,” ujarnya.

Sementara Kasubag Rapat dan Perundangan di Sekretarian DPRD Surabaya, Emanuel Plaituka membenarkan WW dan Agus Santoso belum mengembalikan fasilitas dewan berupa mobil dinas dan laptop. Dia mengaku pekan lalu sudah menagih itu langsung ke WW dan Agus Santoso, namun hingga sekarang belum juga dikembalikan.

“Saya sudah meminta agar keduanya segera mengembalikan fasilitas dewan yang sampai saat ini masih dibawa,” tandasnya.

Sementara itu, disingung terkait empat orang anggota DPRD Surabaya yang pindah partai dan tetap ngotot menagih fasilitas dewan termasuk gaji sampai mereka ditetapkan Daftar Calon Tetap (DCT). Emanuel mengatakan, sesuai aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang baru resmi ternyata bisa mundur dari DPRD per 1 Agustus 2013, saat sudah ditetapkan menjadi DCT

Komisi D Peduli PPDB 2013

SURABAYA - Konsep Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Surabaya lewat jalur online seringkali masih kurang akurat. Pasalnya, masih banyak permasalahan yang menyelimutinya. Selain perangkat komputer dan internetnya masih seringngadat, ternyata masih banyak siswa dan orangtuanya yang belum 100% bisa mengoperasionalkan komputer. Sehingga kondisi ini menyulitkan anak didik, walimurid maupun gurunya sendiri.

“Kami yang ada di komisi D DPRD Surabaya menyarankan PPDB lewat olinedievaluasi lagi dan PPDB tahun ini bisa dikembalikan seperti semula, yakni lewat tes tulis saja atau bukan lewat online,” ungkap Baktiono, Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Senin (20/5).

Menurutnya, PPDB menggunakan jalur tes sebenarnya memiliki banyak keunggulan. Para siswa yang menguikuti tes dan saat tes itu benar-benar diuji kemampuan akademiknya. Mengingat, yang membuat materi soal sepenuhnya diserahkan kepada para akademisi.

Terkait dengan pendidikan ini, lanjut dia, sejak tahun 2011 setiap usulan yang diberikan Komisi D ke Dinas Pendidikan tidak pernah dihiraukan. Sekolah kawasan misalnya. Komisi D tidak pernah diajak bicara, dan hasilnya sekarang melengceng dari konsep yang tujuan awal. “Satu-satunya cara kita harus mengubah sistemnya,” tegas Baktiono.

Senada dengan Baktiono, Sekretaris Komisi D Junaedi menyatakan, Dinas Pendidikan saat ini minim kreativitas. Indikasi tersebut, bisa dilihat dari buruknya prestasi nilai akademik siswa di Surabaya. Padahal, selama ini Dinas Pendidikan mendapat alokasi anggaran yang tidak sedikit dari APBD Surabaya.

“Angaran pendidikan kota Surabaya tahun ini mencapai 32% dari APBD Surabaya yang besarnya sektar Rp 5,7 triliun. Bahkan, bila dibandingkan daerah lain di Jatim, anggaran pendidikan di Surabaya yang tertinggi,” ujar Junaedi.

Junaedi mengungkapkan, berdasarkan hitungannya berarti anggaran pendidikan di Surabaya tahun ini mencapai Rp 1,7 triliun, atau naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,3 triliun. Mestinya, dengan anggaran sebesar itu, dinas pendidikan memiliki keleluasaan untuk berkreatifitas menjadikan dunia pendidikan Surabaya sebagai yang terbaik, baik di tingkat propinsi maupun nasional.

“Dulu, sebelum saya masuk ke DPRD prestasi pendidikan di Surabaya cukup baik. Tapi, kenapa sekarang melorot tajam?. Pertanyannya ada apa dengan Surabaya, anggara pendidikannya sudah tinggi, tapi prestasi emoh beranjak bagus,” tanya Junaedi.*

Caleg Incumbent Protes Nomor Urut

SURABAYA - Calon anggota legislatif (caleg) incumbent dari Partai Demokrat Kota Surabaya protes penempatan nomor urut. Ini karena mereka mendapat nomor buncit antara 4 sampai 11 untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 mendatang.

“Saya heran kenapa caleg incumbent ditaruh nomer urut tengah hingga akhir dalam pencalegan 2014-2019. Padahal, loyalitas mereka di partai cukup bagus. Melihat ini seolah-olah kerja kami selama ini tidak dihargai. Apalagi, saya ditaruh di nomor urut 4 di Dapil (Daerah Pemilihan) 2 Kota Surabaya,” kata Mochamad Anwar, caleg Demokrat yang juga Anggota DPRD Surabaya dari Demokrat tersebut, Senin (20/5).

Menurut dia, pihaknya sangat kecewa dengan keputusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Surabaya yang menempatkan caleg incumbent di nomer urut 4-11. Apalagi, lanjut dia, di dapilnya tersebut yang menempati posisi nomor urut 1 adalah Zaini berasal dari Dapil 4. Caleg ini diduga merupakan titipan dari Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jatim.

Mendapati hal itu, ia sempat mempertanyakan hal itu kepada Ketua DPC PD Surabaya Dadik Risdariyanto melalui pesan singkat (SMS), namun tidak dibalas. “Ini yang kami sayangkan, padahal loyalitas saya kepada partai tidak diragukan lagi,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut dia, pihaknya juga menirim SMS kepada Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Muzayin. Secara kebetulan Muzayin membalas SMS-nya dan mengatakan tidak mempunyai kewenangan apa-apa dan harap maklum.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya ini melanjutkan, Muzayin sempat mengatakan untuk menerima keputusan itu dan dijanjikan akan diberi posisi atau jabatan sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Surabaya yang selama ini dijabat Agus Santoso. “Saya tidak mau menempati jabatan itu, saya hanya ingin nomor urut atas yakni satu atau dua pada pemilu legislatif nanti, itu saja,” ujarnya.

Tidak puas dengan jawaban tersebut, Anwar langsung menghubungi Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Bonie Laksmana. Pada saat dia hubungi, Bonie mengatakan tidak tahu apa-apa soal penempatan itu.

Sebetulnya, lanjut dia, pihaknya ditempatkan di nomor urut dua sudah bisa menerima. Hanya saja, perjuangan dan pengabdiannya selama ini tidak pernah dihiraukan. “Saya berjuang di partai sudah lama, bahkan pada saat Pilkada Surabaya saya berjuang mati-matian membela calon walikota Arif Affandi sebagaimana arahan partai, sedangkan yang lain mendukung calon lain yang tidak mendapat rekomendasi partai,” katanya.

Selain itu, M. Anwar dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Surabaya Irwanto Limantoro merupakan kunci utama pelengseran Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana beberapa waktu . “Tapi saya dapat kabar, katanya ada perubahan. Saya masuk nomor urut 2 yang sebelumnya ditempati Pak Irwanto. Sedangkan Pak Irwanto tidak tahu apa masuk nomor urut satu atau menggantikan saya di nomor urut empat. Tapi Pak Irwanto masih berjuang di DPD,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Dadik Risdaryanto mengatakan, perubahan itu belum final karena jadwal perbaikan Daftar Calon Sementara (DCS) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya berakhir pada 22 Mei mendatang. “Belum final. Kita akan lihat. Sampai saat ini belum ada keputusan perubahan nomor urut,” katanya singkat

Macet 2 Bulan, Pansus Diperpanjang

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penataan tower atau menara telekominkasi macet selama dua bulan. “Pembahasan Raperda ini macet sekitar dua bulan. Bahkan, masa kerja Panita Khusus (Pansus) yang membahas masalah ini sudah uzur alias habis. Kini, kami akan membahasnya ulang dan membentuk Pansus baru atau memperpanjang masa tugas pansusnya,” kata Moh. Machmud, Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Senin (20/5).

Mestinya, tambah dia, Raperda sudah selesai dibahas sejak Maret lalu, namun karena ada kisruh di dewan terkait Pemberhentian Ketua DPRD Surabaya pembahasannya menjadi molor.

Pembahasan terakhir terkait dengan isi Raperda adalah ketentuan yang disampaikan tenaga ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Pendapat hali dari ITS terus dimentahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, sehingga membuat Pansus kesal. Bahkan, dewan menuding ada titipan dari pemilik tower agar towernya tidak terkena dampak negatif dari adanya Perda baru, utamanya terkait dengan pengaturannya.

“Saya sempat kesal saat membahas raperda ini, karena pendapat tenaga ahli dari ITS selalu ditentang Pemkot,” ungkap Machmud. Menurutnya, saat itu pendapat para pakar menilai usulan satu tower untuk tiga operator membahayakan jiwa warga yang berada di sekitar tower, tapi Pemkot berusaha mementahkannya.

Menurutnya, hasil kajian para ahli dari ITS satu menara telekomunikasi untuk tiga operator sangat dimungkinkan rawan ambruk. Alasannya, satu operator atau satu provider telepon seluler memiliki tiga antena. Bila, satu tower dipakai tiga operator, maka di dalamnya akan ada 9 antena yang panjangnya rata-rata 2-3 meter. Namun, Pemkot tetap menyatakan satu tower untuk tiga operator tidak ada masalah.

Sementara Kartika Damayanti, salah satu anggota Pansus sepakat dengan pendapat para ahli. “Saya kira pendapat tenaga ahli itu tidak diembel-embeli kepentingan apa-apa. Yang dikatakan mereka benar adanya. Tapi, Pemkotnya masih ngenyang (menawar, Red) sehingga terjadi tarik ulur yang membuat pansus ikut bingung,” ungkapnya.

Menurutnya, pansus telah mengundang ahli dari ITS masing-masing Nuradi Purwandari dan Oki Puspotorini keduanya dari Polititeknik ITS Surabaya.

Rusli Yusuf ketua Pansus menambahkan, ada wacana antena telekomunikasi dititipkan ke gedung-gedung bertingkat tinggi, seperti menara masjid, hotel, gedung perkantoran dan sebagainya. Sehingga, nantinya tidak perlu ada antena operator yang dipasang di atas tower atau menara telekomunikasi. Namun, masalah ini juga diperdebatkan, karena kekuatan gedung tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Sebelumnya, Rizal Zainal Arifin, Kabid Produk Hukum di Bagian Hukum Pemkot Surabaya mengatakan, berdasarkan catatan di Pemkot Surabaya, saat ini di kota pahlawan ada sekitar 1.055 tower telekomunikasi. Namun, dari semua pemilik atau pengelola menara telekomunikasi itu tidak ada satu pun yang memberikan jaminan keselamatan bagi warga yang tinggal di sekitar menara sesuai radius ketinggian menara.

“Kondisi masalah pendirian menara telekomunikasi di Surabaya memang masih seperti itu,” katanya.

Eggy-Sihat Belum Serahkan Tambahan Dukungan

Sesumbar pasangan Calon Gubernur (Cagub) independen Eggy Sudjana-Muhammad Sihat untuk melengkapi kekurangan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dukungan kepada Komisi Pemilihan (KPU) ternyata belum terbukti. Pasalnya, sampai saat ini pasangan tersebut belum menyetorkan satu pun dukungan tambahan kepada KPU Jatim.

Seperti diketahui, hasil verifikasi KPU, sebagian besar KTP dukungan milik Eggy Sudjana untuk maju menjadi calon gubernur (cagub) independen tidak memenuhi syarat. ”Memang belum ada dukungan tambahan yang masuk dari kedua pasangan tersebut, kami masih menunggu berkas dukungan tersebut,” tegas Komisioner KPU Jatim Agus Mahfud Fauzi pada Senin (20/5).

Sesuai dengan ketentuan, pada bulan depan KPU Jatim akan melakukan verifikasi tahapan kedua terhadap berkas pasangan Eggy-Sihat. Kalau memang Eggy tidak mengumpulkan tambahan KTP tersebut maka secara otomatis akan dianggap gugur dari pencalonan.

”Yang jelas deadlinenya masih bulan depan dan kita tunggu. Karena jumlah tambahan dukungannya lebih banyak dari sebelumnya, saya harap awal bulan Eggy sudah mulai menyerahkan ke KPU. Tapi paling lambat pertengahan bulan, kalau tidak menyetor tambahan seperti yang diwajibkan, kami coret pencalonannya,” tegasnya.

Agus menambahkan, meski pasangan Eggy-Sihat akan menyerahkan dukungan secara bertahap, pihaknya akan tetap melakukan proses verifikasi. Dengan demikian, waktu pasangan tersebut untuk melakukan perbaikan semakin panjang. ”Akan tetap kami verifikasi sampai batas waktu yang ditentukan,” tegasnya.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ali Imron memprediksi kalau pasangan Eggy-Sihat akan kesulitan menyerahkan dukungan yang telah ditentukan. ”Sangat sulit menyerahkan 1,7 juta KTP apalagi saat ini memakai e-KTP kemungkinan banyak masyarakat yang nggak mau ketika dimintai dukungan,” tegasnya.

Dia menambahkan, faktor yang membuat pasangan Eggy kesulitan mengumpulkan dukungan itu disebabkan karena elektabilitasnya yang sangat rendah. Di samping itu, figur Eggy yang berasal dari luar daerah juga membuat masyarakat Jawa Timur meragukannya. ”Kalau yang maju sebagai cagub independen tokoh asal Jatim atau yang sudah dikenal kemungkinan bisa lebih mudah,” tegasnya.

Sementara, Eggy sendiri mengakui kalau pihaknya sebenarnya keberatan dengan keputusan KPU mengenai kewajiban menyetor 1,7 juta dukungan. Dia mengakui, dengan diberlakukannya e-KTP, maka pengumpulan dukungan itu menjadi semakin sulit.

”Kita tahu sekarang pakai e-KTP dan semakin sulit karena itu kemarin kita meminta kompensasi kepada KPU Jatim agar tidak menetapkan tambahan sebesar itu,” katanya.

Eggy mengaku tidak diuntungkan dengan peraturan KPU mengenai batas minimal dukungan kepada calon independen. Seharusnya, kata dia, kalau memang ada kebijakan e-KTP, KPU segera memberikan kebijakan dengan meloloskan dirinya. ”Seharusnya kalau memang pemerintah pusat memberikan kebijakan e-KTP maka saya harus diloloskan. Saya ini kan menjadi korban dari sistem pemerintah pusat,” katanya.

Sekadar diketahui, dukungan yang harus diserahkan oleh pasangan Eggy-Sihat agar bisa lolos dalamrunning pilgub mencapai 1.756.000 lembar KTP. Jumlah tersebut didapat dari dua kali lipat dukungan yang tidak memenuhi syarat yang mencapai 73 persen. Pada tahap awal verifikasi lalu, dukungan sah yang dikumpulkan pasangan Eggy-Sihat memang hanya 27 persen saja.sty

JEJAK PENDAFTARAN EGGY-SIHAT

11 April

Pasangan Bakal Cagub-Cawagub independen itu menyetorkan 1,2 juta KTP dukungan dari 33 kabupaten/kota ke KPU Jatim.


12 Mei

Sebanyak 882.548 KTP dukungan dinyatakan KPU tidak memenuhi syarat, di antaranya surat dukungannya tidak disertai materai, lainnya dianggap fiktif. Karena itu mereka wajib melengkapi dua kali lipat kekurangan dukungan, yaitu sekitar 1,7 juta KTP.

Berbuatlah Sekarang Kalau Kita Ingin Wisatawan Tetap ke Bali

Judul di atas tidaklah berlebihan dan sangat relevan bagi pemangku kekuasaan khususnya di bidang pariwisata. Kita semua berkepentingan untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke Bali umumnya dan ke masing-masing destinasi wisata di Bali khususnya.

Namun, sayangnya tidak semua pemangku kepentingan (stake-holder) ini mempunyai kekuasaan dan wewenang untuk mengatur dan membuat kebijakan agar aktivitas pariwisata dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu mensejahterakan masyarakat dengan berpegang pada prinsip kearifan lokal Tri Hita Karana. Dari stake-holder yang ada, pemerintah memiliki wewenang dan kekuasaan untuk membuat kebijakan dan melakukan pengaturan yang semestinya.

Nyoman Astama, SE, pelaku dan pemerhati pariwisata yang juga humas dari Kuta Executive Club, melakukan perjalanan dinas ke Australia tahun lalu dalam rangka mempromosikan Bali dan tentunya juga memasarkan hotel tempatnya bekerja, Bali Niksoma Boutique Beach Resort, selama dua minggu dengan format road-show dan mengunjungi 5 kota utama seperti Sydney, Brisbane, Melbourne, Adelaide dan Perth.

Selama di sana Nyoman Astama bertemu dan melakukan presentasi kepada travel agent antara 100-225 agent per kota yang dikumpulkan dalam satu Ballroom. Ada 28 hotel termasuk 2 perusahaan tempat rekreasi dari Bali yang melakukan promosi bersama ini dengan biaya masing-masing perusahaan. Para konsultan (bagian reservasi) travel agent tersebut dijamu dengan koktil dan makanan ringan selama 45 menit pertama, kemudian mereka memasuki Ballroom untuk mengikuti presentasi selama 2 sesi dari peserta road-show dari Bali. Setiap sesi berlangsung satu jam, dan diselingini dengan makan malam selama 30 menit dan disertai pengundian door prize yang disumbangkan oleh peserta road-show dari Bali bagi para konsultan yang beruntung memenangkannya.

Selama presentasi banyak pernyataan dan pertanyaan yang dilontarkan oleh para konsultan travel agent tersebut. Di antara pernyataan itu kalau dirangkum adalah:
- Bali khususnya Kuta sekarang sudah sangat macet
- Kalau Bali macet tamu mulai melirik daerah tujuan wisata lainnya
- Tamu berangsur-angsung pindah dari Kuta menuju ke arah utara dan bahkan daerah Pemuteran dan Bali Timur
- Bisa menempuh waktu satu jam dari Kuta ke Legian yang sebelumnya cuma ditempuh 15 menit
- Banyak kendaraan parkir di pinggir jalan dan jalannya sendiri tidak lebar
- Semakin banyak jalan yang rusak dan berlubang
- Banyak ada pengerjaan jalan dan trotoar yang tidak dipartisi dengan baik sehingga pengemudi kendaraan atau pejalan kaki bisa terjatuh dan menjadi tidak nyaman
- Terlalu banyak hotel baru yang dibangun sedangkan infrastruktur tidak mendukung
- Kriminal semakin meningkat seperti penjambretan, narkoba dan penipuan money changer
- Semakin banyak pengemis di jalan dan lampu merah
- dan masih ada lagi pernyataan lainnya

Sedangkan beberapa pertanyaan adalah:
- Apa yang dilakukan pemerintah kamu untuk mengatasi kemacetan?
- Apakah jalan terusan Sunset Road dari Seminyak/Kerobokan akan dilanjutkan?
- Apakah masih ada kasus Legionella?
- Bagaimana perkembangan kasus Rabies?
- Apakah pemerintah kamu tidak akan menghentikan pembangunan hotel baru?
- Kapan perluasan bandara akan jadi?
- Apa yang dilakukan pemerintah kamu mengatasi sampah di pantai saat musim hujan?
- Mengapa terus ada projek jalan di Kuta?
- Ke mana air limbah dari hotel-hotel dibuang? Apakah ada pengolahan air limbah yang layak?
- Berapa gaji yang diterima oleh pekerja pada tingkat yang paling bawah?
- Apakah sebagai karyawan kamu membayar pajak?
- Apakah kamu memiliki sistem kesehatan dan pensiun sebagai warga masyarakat?
- Apakah kamu mendapat cuti dan berapa lama kamu cuti dalam setahun?
- Usaha-usaha apa yang dilakukan pemerintah untuk mempertahankan budaya Bali?
- dan masih banyak lagi pertanyaannya

Kalau kita cantumkan semua daftar pernyataan dan pertanyaan tidak akan habis. Hal ini menunjukkan kepedulian para wisatawan terhadap keadaan Bali. Karena mereka menyadari bahwa Bali sangat tergantung dari pariwisata. Mereka sangat menghargai budaya Bali dan menginginkan budaya yang unik ini dipertahankan. Bagi mereka masyarakat Bali masih sangat ramah-ramah dan terbuka. Kendatipun belakangan ini mulai timbul tindakan kekerasan yang tidak mencerminkan Bali yang dikenal oleh para wisatawan.

Kalau para wisatawan sangat peduli dan sangat mengharapkan Bali mempertahankan budaya dan keramah-tamahannya, maka kita sebagai masyarakat Bali yang menginginkan wisatawan terus ke Bali sudah selayaknya melakukan sesuatu yang semestinya sekarang! Apalagi pemerintah yang mencanangkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sampai 3 juta orang tahun ini, sudah semestinya menunjukkan dan melakukan usaha-usaha nyata yang terpadu dan berkelanjutan dalam mencari solusi tantangan dan masalah yang ada demi menjaga kesinambungan Bali sebagai daerah tujuan wisata bertaraf internasional.

Sayangnya sebagian besar (kalau tidak semua) pernyataan dan pertanyaan itu memerlukan kebijakan dan pengaturan yang dimiliki oleh pemangku kekuasaan dalam hal ini pemerintah. Melihat begitu banyaknya “pekerjaan rumah” yang harus dikerjakan tentu harus dilakukan skala prioritas.

Menurut hemat Nyoman Astama skala prioritas yang bisa dilakukan segera sekarang dengan tidak memerlukan biaya besar adalah mencari solusi kemacetan di daerah Kuta, Legian dan Seminyak. Pada saat ini masalah kemacetan menjadi momok dan bahan pembicaraan dari para wisatawan. Program pusat sudah berjalan untuk mangatasi kemacetan utama di sepanjang jalur penghubung dari hotel-hotel Nusa Dua dan bandara menuju objek wisata di belahan timur dan utara Bali.

Yang sangat esensial dan perlu penanganan serius dan memerlukan komitmen total dan konsisten dari pemerintah adalah masalah kemacetan di Kuta, Legian dan Seminyak. Sayangnya walaupun kejadiannya di Kuta atau Legian atau Seminyak wisatawan tahunya di Bali. Kita menyadari hampir 70% dari semua hotel di Bali berada di wilayah Badung.

Karena itu pemerintah daerah Kabupaten Badung sudah semestinya mengambil langkah-langkah lebih nyata dan lebih cepat untuk mengatasi kemacetan ini karena kebetulan wilayah kemacetan terparah ada di Badung. Ini sangat penting agar citra kemacetan di Badung (Bali) tidak menjadi bahan dan santapan media asing seperti kejadian pemberitaan sampah di pantai Kuta oleh media TIME yang membuat pemerintah daerah bulan-bulanan dan pemerintah pusat kebakaran jenggot.

Apa ada solusi cepat dan murah?
Mencari solusi harus dimulai dari komitmen pemerintah melakukan usaha nyata dan konsisten mengatasi kemacetan tersebut. Aparat berwenang harus turun ke lapangan melihat di wilayan mana dan jam-jam berapa terjadi kemacetan. Selain turun langsung juga bisa meminta masukan dan informasi dari masyarakat tentang tempat-tempat yang sering macet dan berkoordinasi dengan polisi lalu lintas.

Beberapa solusi yang perlu dipertimbangkan:
- mengevaluasi arah arus lalu lintas di daerah macet untuk jam-jam tertentu
- menerapkan arus lalu lintas satu arah untuk jam-jam tertentu di wilayah tertentu
- melarang akses kendaraan untuk masuk areal tertentu pada jam-jam tertentu namun tetap ada jalur alternatif menuju tempat tersebut
- menertibkan parkir kendaraan di pinggir jalan dan menerapkan biaya parkir yang tinggi bila dilanggar
- melarang kendaraan parkir di tikungan dan menerapkan tindakan tilang
- mengatur waktu pengiriman barang atau material yang menggunakan kendaraan besar pada malam hari
- mengevaluasi dan mengatur lamanya masa nyala lampu merah dan lampu hijau dengan menambah waktu lampu hijau 5-10 detik
- melakukan koordinasi dengan instansi terkait tentang jam masuk kantor agar tidak bersamaan, sehingga karyawan atau pegawai tidak menuju tempat tujuan pada saat yang bersamaan
- mengerahkan tenaga pengawas yang cukup untuk memantau di lapangan
- melakukan koordinasi dengan desa adat setempat untuk melakukan sistem buka tutup apabila ada upacara atau kegiatan adat di wilayahnya dan tidak menutup semua badan jalan seharian
- mewajibkan pemasangan informasi jalan alternatif dan mengarahkan kendaraan jauh sebelum memasuki wilayah yang ditutup kalau ada penutupan jalan tertentu

Sekiranya masukan-masukan di atas dapat dijadikan bahan pertimbangan. Dengan komitmen dan rasa tanggung jawab yang tinggi, Nyoman Astama yang juga merupakan salah satu Wakil Ketua PHRI Badung ini yakin akan terjadi perubahan dan kemacetan akan bisa dikurangi.

Umat Hindu Di Surabaya Siap Sambut Nyepi

Beberapa hari lagi umat hindu di Indonesia akan merayakan Hari Raya Nyepi. Menyambut Nyepi umat Hindu di Surabaya telah menyiapkan serangkaian acara. Diantaranya Melasti, Tawur Kesanga, Tapa Brata, Ngembak Geni, serta pelaksnaan Dharma Santi. Tahun ini perayaan Nyepi mengambil tema Dengan Persaudaraan Kita Bangun Kebersamaan.

Dalam jumpa pers, Kamis (7/3/2013), di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Ketua Panitia Nyepi dan Dharma Shanti Bersama TNI-POLRI-PNS-Umat Hindu Jawa Timur, Prof.Ir.I Nyoman Sutantra MSc.PhD menjelaskan perayaan Nyepi di Surabaya menjadi salah satu even wisata tahunan di Surabaya. Serangkaian acara perayaan Nyepi yang akan dilakukan bisa menjadi daya tarik wisatawan.

''Perayaan-perayaan ketika menjelang Nyepi di Bali menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Maka itu, di Surabaya perayaan Nyepi masuk dalam kalender even tahunan wisata. Salah satu yang menjadi daya tarik wisatawan yakni Pawai Seni Ogoh-ogoh,'' terangnya.

Sebelumnya umat Hindu di Surabaya sudah melakukan kegiatan bakti sosial donor darah, Minggu (3/3/2013), di Pura Agung Jagat Karana, Perak. Dalam kegiatan itu, sekitar 150 orang melakukan donor darah. Tak luput juga memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada 300 orang.

Tak hanya itu, kepedulian terhadap lingkungan juga ditunjukkan umat Hindu Surabaya. ''Kita akan melakukan penghijauan yang rencananya akan dilakukan di Kenjeran, Minggu (17/3/2013). Pada acara ini sebanyak 200 orang akan terliat dalam penghijauan yang rencananya aan dibuka WaliKota Surabaya,''terang Sutantra.

Menjelang Hari Raya Nyepi, umat Hindu Surabaya akan melakukan Melasti, Minggu (10/3/2013), yang berpusat di Pura Agung Jagat Karana, Perak. Proses Melasti akan diikuti sekitar 6000 orang, diikuti umat Hindu Surabaya, Mojokerto, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, dan Bromo, Probolinggo.

''Prosesi Melasti dimulai sekitar pukul 08.30 wib, para umat Hindu akan berjalan kaki dari Pura Agung Jagat Karana menuju pantai Arafuru dan diperkirakan akan kembali pukul 12.30,''jelasnya.

Sehari menjelang Nyepi, Senin (11/3/2013), dilakukan Tawur Kesanga yang akan dilaksanakan di Tugu Pahlawan mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 10.00 wib. Ritual Tawur Kesangan akan dihadiri sekitar 2500 umat Hindu. Setelah itu, dilanjut, Pawai Seni Ogoh-ogoh yang menurut rencana akan dilepas oleh Wali Kota Surabaya.

Puncak perayaan Nyepi akan dilakukan Dharma Shanti, Minggu (7/4/2013), di Jatim Expo. Dharma Shakti akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB sampai 13.00 WIB yang akan dihadiri Gubernur Jawa Timur, Muspida provinsi Jawa Timur, Wali Kota Surabaya, dan para pejabat di lingkungan TNI dan Polri di Jawa Timur.

Cegah DBD, Aktifkan Peran Serta Warga

Masih seringnya hujan mengguyur Kota Surabaya, membuat warga Kota Surabaya harus lebih pro aktif untuk memperhatikan lingkungannya. Keberadaan air yang menggenang di sejumlah tempat, harus diwaspadai. Termasuk pengaturan jadwal membersihkan bak kamar mandi.

Ini karena Kota Surabaya masih merupakan daerah endemis untuk penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sejak pertama kali dilaporkan pada tahun 1968, kasus DBD selalu ditemukan setiap tahunnya. Pemkot Surabaya tidak tinggal diam. Beberapa tindakan preventif sudah dilakukan untuk memastikan bahwa jumlah warga Surabaya yang terserang DBD, terus menurun pada setiap bulan.

Pelaksana Tugas Kepalas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, drg Febria Rachmanita mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya, diantaranya dengan mengaktifkan keberadaan Puskesmas. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan dini pada pasien tersangka DBD di Puskesmas.

''Kami juga memerintahkan Puskesmas untuk berkoordinasi dengan lintas sektor guna melakukan bulan bakti gerakan 3 M,'' ujar Febria.

Selain mengoptimalkan keberadaan Puskesmas, Pemkot Surabaya juga aktif menggerakkan peran serta masyarakat. Ini karena peran serta masyarakat dinilai masih belum berjalan optimal dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Untuk mengoptimalkan peran serta warga, sudah dibuat surat edaran walikota tentang kewaspadaan dini DBD untuk setiap RT di Kota Surabaya. Pemkot juga sudah mengirimkan surat kepada lurah se-kota Surabaya untuk menggerakkan masyarakat dalam upaya PSN.

Masyarakat juga diharuskan meningkatkan surveilans penemuan DBD secara pro aktif berkoordinasi dengan rumah sakit di Surabaya untuk segera melaporkan setiap kasus DBD kurang dari 24 jam. ''Kami juga melakukan kegiatan penyelidikan epidemiologi dan fogging fokus pada setiap kasus DBD yang dilaporkan. Juga melakukan Penyuluhan di masyarakat dan Posyandu melalui media massa dan radio. Serta mengaktifkan siswa pemantu jentik (Wamantik), guru pemantau jentik (Rumantik) serta menggiatkan Ibu pemantau jentik (Bumantik),''jelas Febria

Lokalisasi Tambak Asri Resmi Tutup

Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menutup lokalisasi Tambak Asri pada April 2013 sudah dibuktikan. Pembukaan selubung plang bertuliskan ''Tambak Asri Kampung Bebas Prostitusi'' oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi penanda resmi berakhirnya 'sepak terjang' Tambak Asri sebagai salah satu kawasan bisnis esek-esek.

Penutupan lokalisasi yang bertempat di balai RW 6 pada Minggu (28/4/2013) malam ini juga dihadiri Kapolres Tanjung Perak AKBP Anom Wibowo, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim K.H. Abdusshomad Buchori, serta sejumlah pejabat lain.

Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, lokalisasi yang terletak di wilayah Kelurahan Morokrembangan tersebut dihuni oleh 354 PSK dan 96 mucikari. Mereka beroperasi di 96 wisma yang ada di RW 6 dan 9. Namun, pasca penutupan, semua PSK dan mucikari sepakat beralih profesi. Mereka yang berasal dari luar Surabaya akan dipulangkan ke daerah asalnya.

Wali Kota Tri Rismaharini menyatakan, komitmen bersama warga Tambak Asri untuk mengubah citra kampungnya merupakan keputusan yang tepat. Menurutnya, kini sudah saatnya para PSK meninggalkan profesi lamanya dan beralih ke peluang kerja yang baru.

Pada kesempatan itu, Risma bertekad menata wilayah eks lokalisasi itu agar aksesnya lebih nyaman. Salah satunya, dengan merombak daerah sekitar jembatan, tepatnya di bawah tol. ''Nanti di sini akan kita bangun pasar. Mari kelola bersama. Di pasar itu banyak peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan,''paparnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu berjanji akan terus memantau Tambak Asri pasca penutupan. Tentunya dengan kerja sama antara Satpol PP, Linmas, serta melibatkan TNI dan Polri, pengawasan akan terus dilakukan. ''Kami akan ikuti perkembangan di sini. Hukum akan berlaku atas setiap pelanggaran yang dilakukan,''tegasnya.

Pemkot sejatinya sudah menjadwalkan waktu penutupan sejumlah lokalisasi. Tak terkecuali Dolly yang notebene merupakan lokalisasi terbesar di Surabaya. Berikutnya, pemkot akan menyasar lokalisasi Sememi. Estimasi waktunya sekitar dua bulan lagi.

Sedangkan terkait Dolly, Risma mengaku sudah mengantongi modal strategi. Soal persisnya, ia enggan menjelaskan lebih lanjut. ''Sekarang kita sudah tahu strategi menutup Dolly, tapi maaf belum bisa saya katakan sekarang. Yang pasti kami mohon doa restunya seluruh warga Surabaya, semoga akhir tahun ini atau setidaknya sesuai jadwal pada 2014 Dolly sudah bisa berhenti beroperasi,''pungkas Risma.

Tim Putra Putri Ubaya Juara Liga Kampus

GOR CLS Surabaya menjadi saksi kemenangan tim putra dan putri Universitas Surabaya (Ubaya) di pertandingan Grand Final LA Lights Campus League, Sabtu (18/5/2013) malam. Kemenangan Ubaya berhasil mematahkan mitos bahwa tuan rumah liga kampus ini tidak pernah menang.

Tim putri Ubaya berhasil mengalahkan tim putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan skor 69-53. Di quarter pertama pertandingan skor cukup berimbang antara Ubaya dan UPI. Namun mulai quarter kedua, UPI kewalahan menukas serangan-serangan Ubaya yang terus mencetak angka. Pemain Ubaya dengan nomor punggung 9 Eillien Pangestu berhasil mencetak skor terbanyak yang mengantarnya menjadi Most Valuable Player (MVP) Putri.

Pertandingan final putra juga tidak kalah sengitnya. Ubaya dan Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) terus saling serang. ITHB sempat memimpin di quarter tiga dengan skor 47-51, namun akhirnya harus mengakui keunggulan Ubaya dengan skor pertandingan ditutup dengan angka 62-56.

Kemenangan tim Putra Ubaya tidak lepas dari skill individu dan kerjasama tim yang sangat baik. Pelatih Ubaya Sapto Wahyu Purnomo mengungkapkan kebahagiannya atas kemenangan kedua tim asuhannya dan mengatakan bahwa kemenangan Ubaya merupakan sebuah keberuntungan yang luar biasa. ''Tim lawan mengikuti ritme permainan kami, hal itu yang membuat kedua tim putra dan putri Ubaya meraih kemenangan,''tambahnya.

Selain pertandingan basket putra dan putri, acara grand final juga menampilkan hiburan dan games yang dapat diikuti para penonton dan suporter. Aksi spektakuler dari Allstar LA Lights Streeball 2012 seperti Bicek AKA Demolition, Andi Palawagau AKA Shutdown dan Rahmad AKA Invisible yang menantang tim selebriti yang terdiri dari Augie Fantinus, Rico Ceper, Ibnu Jamil, Mario Lawata, Bams Simson, Yogi Finanda, Sandy Canester dan Richard Insane. Sebagai pamungkas, pertandingan grand final LA Lights Campus League semalam ditutup dengan penampilan Raisa yang memukau.

Pasangan KarSa Siap Bersaing Di Pilgub Jatim

Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) siap bersaing secara sehat dan jujur dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, 29 Agustusn 2013. Hal ini disampaikan Soekarwo saat mendaftarkan pencalonannya ke KPU Jawa Timur, Minggu (19/5/2013).

Pasangan yang datang dengan naik kereta kelinci diusung oleh 32 parpol. Rinciannya, 22 parpol non parlemen, dan 10 parpol parlemen. Soekarwo saat di KPU Jatim, mengatakan bahwa pihaknya berjanji akan membentuk skema pembangunan yang akan menyedot lapangan pekerjaan. Selain itu, melakukan pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokusnya.

Soekarwo optimis dengan kekuatan dan kesolidan semua kader partai politik, membuat dirinya semakin semangat bekerja keras untuk kembali menyejahterakan rakyat Jawa Timur. ''Dan saya siap bersaing sehat dan jujur dalam Pemilukada Jatim Agustus mendatang,''tukasnya.

Sementara Saifullah Yusuf juga mengungkapkan siap bertarung sehat dalam pemilukada. Ia optimistis dengan kekuatan yang dimiliki saat ini mampu menjadikannya memimpin kembali selama periode 2014-2019. Ia mengaku akan memanfaatkan media sosial untuk sosialisasi dan memperkenalkan pasangan Karsa ke masyarakat luas.

Ketua KPU Jatim Andry Dewanto, mengatakan pencalonan KarSa ini tertuang dalam surat pencalonan bernomor 01/Calon/Karsa/V/2013. ''Hasil verifikasi awal, KarSa sudah sah karena didukung lebih dari 15 persen suara. Selanjutnya kami akan melakukan verifikasi faktual terhadap parpol-parpol pengusung,''ujarnya.

Andry menjelaskan, pasangan inkumben ini resmi diusung oleh 10 partai parlemen di DPRD Jatim dan 22 partai non parlemen. Ke-10 parlemen yang mendukung adalah, Partai Demokrat (22 kursi), PAN (7), Golkar (11), Gerindra (8), PKS (7), PPP (4), Hanura (4), PKNU (5), PDS (1), PBR (1).

Sedangkan 22 aliansi partai non parlemen yang jadi pendukung sejati pasangan KarSa, antara lain, Partai Bulan Bintang, Partai Nasional Indonesia Marhaenisme, Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia, Partai Kedaulatan, PDK, Patai Buruh, Partai Merdeka. PPDKI, Partai Serikat, Partai Demokrasi Pembaharuan, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Partai Persatuan Nasional, Partai Pemuda Indonesia, Partai Peduli Rakyat Nasional, Partai Perjuangan Indonesia Baru, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia, Partai Pelopor, dan Partai Patriot.

Sebelumnya, KPU Jatim juga telah menerima pendaftaran tiga pasangan Calon Cagub dan Cawagub untuk mengikuti Pilgub di Jatim pada 29 Agustus mendatang. Dimana tiga pasangan tersebut yaitu Khofifah-Herman Sumawiredja, Eggi Sudjana-M. Sihat, dan Bambang DH-Said Abdullah.

Unair Runner Up Jurusan Komunikasi Terbaik

Quacquarelli Symonds (QS) baru saja merilis daftar jurusan terbaik dari berbagai universitas di 43 negara atau disebut dengan QS World University Rangkings 2013, termasuk universitas di Indonesia. Berdasarkan daftar tersebut, jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Airlangga (Unair) Surabaya meraih peringkat kedua sebagai Jurusan Komunikasi dan Kajian Media Terbaik di Indonesia.

QS merupakan lembaga pemeringkat universitas dunia yang berbasis di London, dengan melakukan penilaian pada berbagai jurusan dan bidang kajian yang ada sejak tahun 2004. Dalam situs resmi QS disebutkan bahwa pemeringkatan dilakukan dengan menggunakan beberapa indikator, yaitu reputasi akademik, kualitas sumber daya manusia, jumlah kutipan yang dipakai peneliti, jumlah dan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan oleh peneliti, dan jumlah sarjana, serta kekuatan spesialisasi pada disiplin ilmu masing-masing.

Kepala Departemen Komunikasi FISIP Unair Surabaya, Yuyun Wahyu Izzati, S.Sos., MA, Minggu (19/5/2013), mengatakan bahwa prestasi ini akan menjadi pemacu untuk terus menjadi yang terbaik . ''Surprise pastinya, yang jelas ini menjadi pemacu untuk jadi lebih baik, prestasi ini juga menjadi hadiah ultah Komunikasi yang ke-25 tahun,''ujar Yuyun.

Prestasi ini semakin memotivasi Departemen Komunikasi di Hari Ulang Tahunnya yang ke-25 pada 19 Mei 2013 ini. Yuyun menambahkan pihaknya tidak akan terlena karena jurusan komunikasi universitas lain juga terus bersaing untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Hingga kini, Departemen Komunikasi FISIP Unair berkomitmen melakukan pengembangan melalui kerjasama dengan berbagai institusi baik dalam dan luar negeri, dengan melakukan pertukaran mahasiswa dan dosen, seminar dan penelitian, standardisasi kompetensi lulusan dengan dunia kerja, dan join research dengan pemerintah dan dunia industri. Itu sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas akademik Departemen Komunikasi FISIP UNAIR, khususnya dalam bidang kajian komunikasi dan studi media.

Dalam hasil pemeringkatan QS ini, peringkat pertama diraih oleh Jurusan Komunikasi Universitas Indonesia. Sedangkan, peringkat ketiga ditempati oleh Jurusan Komunikasi Universitas Brawijaya Malang, diikuti peringkat keempat oleh Jurusan Komunikasi Universitas Sanata Dharma, dan peringkat kelima ditempati oleh Jurusan Komunikasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. (

Kontes Ayam Serama Membuat Wali Kota Tertawa

Layaknnya seorang model yang sedang melakoni peragaan busana, sekitar 200 ekor Ayam Serama juga piawai bergaya. Ayam khas Indonesia ini berlenggak-lenggok di atas meja yang menjadi semacam ''cat walk''. Pemandangan lucu itu terlihat dalam Kontes Nasional Ayam Ketawa I yang digelar di Golden City Mall Surabaya, Minggu (19/5/2013).

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang hadir langsung di acara tersebut, tak kuasa menahan tawa ketika melihat puluhan Ayam Serama tersebut bergaya di atas meja layaknya seorang model. Ayam-ayam berukuran mini itu langsung berdiri membusungkan dadanya ketika mendengar suara musik pengiring lomba.

Ada yang kakinya diangkat satu. Ada yang ekornya digerak-gerakkan. Kehadiran wali kota dan suara tepuk tangan dari pengunjung rupanya kian membuat ayam Serama tersebut bergaya. Sesekali, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini ikut ''ngudang'' ayam tersebut dengan bertepuk tangan.

''Lucu ya ayamnya. Ekornya megol-megol, kakinya diangkat, kayak peragawati. Ayamnya bisa gaya,''ujar Wali Kota Risma sembari bertepuk tangan.

Beberapa pejabat Pemkot yang ikut dalam rombongan wali kota seperti Asisten III, M Taswin, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Yayuk Eko Agustin, Kepala Dinas Pertanian Samsul Arifin dan Kabag Humas Pemkot Surabaya, Nanis Chairani, juga ikut tertawa demi melihat kelucuan gaya ayam Serama tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya, Samsul Arifin mengatakan, kegiatan Kontes Nasional Ayam Ketawa I ini selain sebagai agenda rangkaian untuk memperingati HJKS ke-720, juga dimaksudkan untuk memberikan wawasan tentang flora dan fauna unggulan Kota Surabaya. Serta, mengajak partisipasi dari seluruh elemen masyarakat untuk sayang kepada flora dan fauna serta peduli terhadap pelestarian lingkungan.

Menurutnya, animo peserta yang berasal dari komunitas pelestari ayam Serama, sangat luar biasa. ''Ada sekitar 200 peserta dari berbagai kota di Jawa Timur seperti Kediri, Banyuwangi, dan juga luar Jawa seperti Bali yang ikut berpartisipasi. Saya pikir ini sangat luar biasa,''ujar Samsul.

Ketua Pelestari Serama Indonesia yang juga salah satu panitia, Bambang Aji mengaku sangat mengapresiasi kehadiran Walikota Risma yang meninjau langsung kontes Ayam Serama ini. ''Kehadiran Bu Wali layak kita apresiasi. Beliau ada perhatian. Kalau kemarin-kemarin kan kita swadaya murni, patungan sama rekan-rekan untuk membiayai kontes, baru kali ini dapat sumbangan berupa piala,''ujarnya.

Menurut Bambang, untuk saat ini, populasi Ayam Serama di Kota Surabaya tinggal 300 ekor saja. Karenanya, dia mengapresiasi kepedulian dari Pemkot Surabaya yang menyelenggarakan kegiatan untuk ikut melestarikan populasi fauna asli Indonesia ini.Terkait kontes, dia menyebut ada beberapa kriteria yang masuk dalam penilaian.

''Ayam Serama ini dinilai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Mulai bulu, kaki, kepala, sayap, yang paling dominan itu gaya. Semakin menarik, bisa dapat nilai maksimal,''jelasnya.

Selain kontes Ayam Serama, di tempat yang sama juga digelar kontes tanaman Sansevieira dan Aglaonema Wali Kota Cup II Surabaya Flora Fauna Expo 2013. Lokasinya berada di depan pintu masuk Golden City Mall. Wali Kota Risma juga berkeliling melihat keindahan flora dengan beraneka bentuk daun yang unik ini.

Sapto, salah satu panitia mengatakan, untuk kontes Sansevieira tingkat nasional ini diikuti 231 pesertayang berasal dari 18 kota di Indonesia. Diantaranya Medan, Jakarta, Bandung. Sementara untuk kontes Aglaonema diikuti 18 peserta. ''Kalau penilaiannya ada beberapa kriteria, seperti kekompakan daunnya, warna, kecerahannya, juga bentuk daunnya,''tegas Sapto.

Masih dalam rangkaian peringatan HJKS ke-720, pekan depan akan digelar kontes nasional Ayam Ketawa Wali Kota Cup II diselenggarakan pada 2 Juni 2013 bertempat di Sentra Ikan Bulak (SIB) Kenjeran Surabaya. Kontes ini akan diikuti peserta dari Pulau Jawa dan Sulawesi