Senin, 20 Mei 2013

Candi di Lamongan Punya Mitos Turunkan Pangkat


Candi di Desa Patakan, Sambeng, Lamongan, rusak karena batu batanya banyak diambil warga.


Lamongan - Penemuan candi di Desa Patakan Kecamatan Sambeng, Lamongan, memiliki kisah tersendiri bagi warga desa. Sebutan candi tak bernama itu juga dikenal angker dan sering dijadikan tempat bertapa.


Selain dianggap angker, candi yang tidak pernah dikunjungi warga ini dikenal memiliki mitos. siapa saja yang naik ke bukit tersebut, maka bisa turun pangkat.


Kepala Dusun Patakan Desa Patakan, Siswanto mengaku, warga memiliki banyak mitos di candi tersebut. Salah satunya mitos yang berkembang siapa saja pejabat yang ke bukit candi tersebut pasti nantinya akan turun pangkat.


"Warga percaya itu sehingga tidak ada satupun pejabat yang mau ke areal bukit candi," kata Siswanto, kemarin

Dia menambahkan, dulunya lokasi candi seringkali dijadikan tempat bertapa. Namun lama-kelamaan candi tersebut tidak lagi dijadikan tempat bertapa. Sementara selama ini warga sekitar mencoba memanfaatkan area candi untuk bercocok tanam.


Seperti pohon jati dan lain-lain. Namun tiap kali pohon jati ditanam, warga merasa tanaman tersebut tidak pernah bisa tumbuh. Kini, warga hanya memanfaatkan lahan sekitar candi untuk ditanami jagung, namun hasilnya tidak bisa maksimal.


"Berulang kali kami mencoba menanam pohon jati, berulang kali pula pohon-pohon itu akhirnya mati," ungkapnya.


Batu-batu di sekitar candi sudah banyak yang diambil warga. Di dalam candi ada terowongan. Menurut warga terowongan itu jarang dimasuki orang dan tertutup dengan tanaman liar yang juga dihuni ular.


"Batu batu candi itu kini sudah banyak yang diambil warga untuk dipakai sebagai bahan membuat mushola," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar